Sabtu, 18 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Kick Off BLK 2025, OJK Sumut Ajak Guru dan ASN Lakukan Ini

Hendrik Hutabarat - Selasa, 27 Mei 2025 12:07 WIB
Kick Off BLK 2025, OJK Sumut Ajak Guru dan ASN Lakukan Ini
OJK Sumut
OJK Sumut mengajak para guru bidang ekonomi dan ASN untuk menyosialisasikan soal literasi keuangan ke tengah-tengah masyarakat.
Medan, asatupro.com - Dalam rangka kegiatan Kick Off Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025,
kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengajak para guru dan aparatur sipil negara (ASN) untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan agar semakin masif dan merata.

Ajakan yang disampaikan dalam acara Kick Off BLK 2025 di Sumut ini, seperti keterangan resmi yang diterima asatupro.com, Selasa (27/5/2025), dilakukan bersamaan dengan kegiatan edukasi keuangan dengan tema "Masa Depan Sejahtera dengan Perencanaan Keuangan" yang digelar di Kota Medan, Senin (26/5/2025).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di dunia pendidikan yang diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta secara hibrid yang berasal dari ASN dan para guru di Sumut.

Untuk pendalaman yang lebih spesifik, kegiatan ini dirangkai dengan sesitemu wicara atau talk show keuangan bertema "Masa Depan Sejahtera dengan Perencanaan Keuangan".

Baca Juga:

Temu wicara itu menghadirkan narasumber inspiratif dari OJK Sumut, Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut, dan perencana keuangan bersertifikasi atau certified financial planner.

Melalui kegiatan ini, para peserta khususnya para guru dapat memperoleh wawasan baru dan motivasi yang dapat mendorong terciptanya diseminasi informasi keuangan secara luas, dan terbentuk multiplier effect yang konsisten guna membangun kebiasaan keuangan yang lebih bijak.


Baca Juga:

Para guru pun diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pengetahuan tersebut kepada seluruh siswa di sekolah masing-masing.

Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien bersama Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Ketenagaan (PTK) Dinas Pendidikan Sumut, Syahdan Lubis AP, dan Ketua Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia Sumut Monica Siregar, hadir dan sekaligus meresmikan pelaksanaan BLK 2025 di wilayah Sumut.

Kegiatan itu sendiri akan berlangsung hingga Agustus 2025. Dalam sambutannya, Khoirul Muttaqien menekankan peran OJK yang vital dalam melindungi konsumen dan/atau masyarakat.

Kata dia, OJK tidak hanya bertugas dalam pengaturan dan pengawasan, tetapi juga dalam pengembangan serta perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

"Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, tidak dapat dipungkiri banyak modus penipuan baru yang mengatasnamakan Investasi dengan penawaran keuntungan yang tinggi harus diwaspadai masyarakat," ucap Khoirul Muttaqien.

"Oleh karena itu, pemahaman masyarakat terkait produk investasi perlu ditingkatkan, Hal ini sejalan dengan Roadmap Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) tahun 2025 yakni akselerasi produk atau layanan pasar modal," tambah Khoirul Muttaqien.


Lebih lanjut, dia menyampaikan, masyarakat harus waspada terhadap investasi dan pinjaman online ilegal. Selalu pastikan legalitasnya dan pastikan manfaat yang ditawarkan melalui dua indikator.

"Yaitu aspek legalitasnya, dan kelogisannya. Kemudian, ukur kapabilitas masing-masing dalam memenuhi kewajiban yang akan timbul sehubungan dengan penggunaan produk dimaksud," ucapnya.

"Saya harap bapak/ibu guru dapat memberikan perhatian lebih dalam lagi kepada seluruh siswa agar menjauhi aktivitas judi, khususnya judi daring atau judi online (judar/judol)," kata Khoirul Muttaqien.

Apalagi, tambah Khoirul Muttaqien, saat ini marak sekali judi online berkedok game online. Dia meminta agar semua pihak mewaspadai game online maupun aplikasi digital lainnya yang menawarkan keuntungan.

Plus, sambung Khoirul Muttaqien lagi, dengan mempertaruhkan sejumlah uang yang perlu ditransfer pada rekening atau akun tertentu.

Sementara itu Syahdan Lubis AP mendukung upaya OJK dalam meningkatkan literasi keuangan yang dapat membantu masyarakat untuk mengelola keuangan secara efektif dan membuat keputusan yang tepat dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.


"Sebagai guru ekonomi, Bapak/Ibu memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar," ucap Syahdan Lubis.

"Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada kegiatan ini nantinya dapat diajarkan kepada peserta peserta didik sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan mengelola keuangan secara efektif," kata Syahdan.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal
Gelar Aksi di KPK, Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Indonesia (APPRI) Desak Periksa Sejumlah Pejabat Dinas Pendidikan Kota Medan
Ratusan Pelajar SMK Swasta HKBP Sidikalang Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG)
Gelar Aksi di KPK, APPRI Desak Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Atribut Siswa SMP Medan 16 Miliar
Kejaksaan Negeri Akan Buka Kembali Kasus Dugaan Korupsi Dinas Pendidikan Medan
HMI Kota Medan Desak Kejari Hentikan Pembiaran, Segera Tetapkan Sekdis Pendidikan Sebagai Tersangka
komentar
beritaTerbaru