Han Aulia Nasution: Dalihan Na Tolu Benteng Moral untuk Mencegah Kumpul Kebo
Padangsidimpuan, Asatupro.com Praktisi hukum Han Aulia Nasution, S.H., M.H., mengajak masyarakat Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, dan
Daerah
Medan,asatupro.com-Kelangkaan BBM Sumatera Utara: Bencana Manajemen, Bukan Bencana Alam, Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Utara yang terjadi berulang setiap akhir tahun, mulai 2021 hingga 2025, bukan sekadar akibat bencana alam.
Realitas ini adalah bukti nyata kegagalan manajemen yang sistematis dan terstruktur oleh Pertamina Patra Niaga dan otoritas terkait.
Klaim Normalitas vs. Realitas Kekosongan Pertamina Patra Niaga secara konsisten mengklaim "operasional berjalan normal." Namun, jika situasi ini normal, mengapa puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan, Deli Serdang, Simalungun, hingga Karo mengalami kekosongan total selama berhari-hari?
Alasan klasik yang terus diulang menunjukkan kurangnya antisipasi dan pembelajaran:
Baca Juga:
Jika kondisi ini terus berlanjut, berarti kita tidak pernah mengambil pelajaran dari kegagalan tahun-tahun sebelumnya.
Stok Terkunci: Sindrom Kelebihan Birokrasi
Data per 27 November 2025 menunjukkan stok di Depo Pertamina sebenarnya masih tersedia: 4.489 KL gasoline dan 6.200 KL solar.
Baca Juga:
Namun, stok vital ini "terkunci" di depo, menjadi tidak berguna bagi rakyat yang membutuhkan.
Penyebabnya bukanlah kekurangan stok, melainkan hambatan birokrasi:
Ini bukan kekurangan stok. Ini kelebihan birokrasi dan kekurangan nyali dalam mengambil keputusan cepat dan berani.
Janji Manis yang Menguap dan Political Will yang Nol Besar.
Krisis yang berulang ini juga mengungkap tumpulnya komitmen pemerintah pusat dan BUMN terhadap solusi permanen yang pernah dijanjikan:
Rakyat Sumut: Korban Ganda Bencana dan Inkompetensi
Saat ini, masyarakat Sumatera Utara menjadi korban ganda:
Diterjang banjir bandang dan longsor, kemudian diperberat dengan antrean BBM berjam-jam yang secara langsung menghambat proses pemulihan, evakuasi, dan distribusi bantuan.
Jangan lagi meminta masyarakat untuk "jangan panik." Kepanikan adalah respons yang wajar ketika negara dan BUMN yang mengklaim sebagai "terbesar di ASEAN" masih kalah telak menghadapi banjir dan longsor yang datang pada waktu yang sama setiap tahun.
Ini bukan lagi soal cuaca. Ini adalah soal kompetensi, prioritas, dan political will yang nilainya nol besar. Sumatera Utara tidak butuh alasan klise dan permintaan maaf. Sumatera Utara membutuhkan solusi permanen yang diwujudkan, bukan sekadar diumbar dalam rapat koordinasi tahunan.
Padangsidimpuan, Asatupro.com Praktisi hukum Han Aulia Nasution, S.H., M.H., mengajak masyarakat Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, dan
Daerah
Sosialisasi Ideologi Pancasila di Kecamatan Medan Barat, Anggota DPRD Antonius Tumanggor Ajak Perkuat Persatuan dan Kesatuan
Politik
Ketua Harian DPP HARI H.M. Nezar Djoeli Desak Pemerintah Benahi Tata Kelola Badan Gizi Nasional
Nasional
Patroli Gabungan KRYD Polres Pelabuhan Belawan Sasar Premanisme hingga Tawuran
Hukrim
Brimob Poldasu Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan Iskandar Muda Medan
Medan
POLRES SIMALUNGUN DIDESAK BERTINDAK! BertahunTahun Dugaan Keterlibatan Oknum Kades JG dan Keluarga dalam Lingkaran Judi Jadi Sorotan Publik
Hukrim
Diduga Rem Blong, Truk Muatan Besi Tabrak Beruntun dan Seruduk Rumah Warga di Sumbul
Peristiwa
Sosialisasi Teknis Pengoperasian Kendaraan dan Peralatan Pemadam Kebakaran, BPBD Dairi dan Batalyon Yon TP 908/Gaja Dompak Berkolaborasi
Daerah
Mengetahui Personil Sakit "Kapolres Kunjungi Rumah Personil dan Sambangi Dua Panti Asuhan Dalam Rangka HUT 80 Bhayangkara"
Daerah
Kapolres Langkat Dampingi Kakorbinmas Polri Dialog Kamtibmas Bersama Tokoh Agama Dan Tokoh Masyarakat
Daerah