Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Pendidikan
Medan,asatupro.com-Kelangkaan BBM Sumatera Utara: Bencana Manajemen, Bukan Bencana Alam, Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Utara yang terjadi berulang setiap akhir tahun, mulai 2021 hingga 2025, bukan sekadar akibat bencana alam.
Realitas ini adalah bukti nyata kegagalan manajemen yang sistematis dan terstruktur oleh Pertamina Patra Niaga dan otoritas terkait.
Klaim Normalitas vs. Realitas Kekosongan Pertamina Patra Niaga secara konsisten mengklaim "operasional berjalan normal." Namun, jika situasi ini normal, mengapa puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan, Deli Serdang, Simalungun, hingga Karo mengalami kekosongan total selama berhari-hari?
Alasan klasik yang terus diulang menunjukkan kurangnya antisipasi dan pembelajaran:
Baca Juga:
Jika kondisi ini terus berlanjut, berarti kita tidak pernah mengambil pelajaran dari kegagalan tahun-tahun sebelumnya.
Stok Terkunci: Sindrom Kelebihan Birokrasi
Data per 27 November 2025 menunjukkan stok di Depo Pertamina sebenarnya masih tersedia: 4.489 KL gasoline dan 6.200 KL solar.
Baca Juga:
Namun, stok vital ini "terkunci" di depo, menjadi tidak berguna bagi rakyat yang membutuhkan.
Penyebabnya bukanlah kekurangan stok, melainkan hambatan birokrasi:
Ini bukan kekurangan stok. Ini kelebihan birokrasi dan kekurangan nyali dalam mengambil keputusan cepat dan berani.
Janji Manis yang Menguap dan Political Will yang Nol Besar.
Krisis yang berulang ini juga mengungkap tumpulnya komitmen pemerintah pusat dan BUMN terhadap solusi permanen yang pernah dijanjikan:
Rakyat Sumut: Korban Ganda Bencana dan Inkompetensi
Saat ini, masyarakat Sumatera Utara menjadi korban ganda:
Diterjang banjir bandang dan longsor, kemudian diperberat dengan antrean BBM berjam-jam yang secara langsung menghambat proses pemulihan, evakuasi, dan distribusi bantuan.
Jangan lagi meminta masyarakat untuk "jangan panik." Kepanikan adalah respons yang wajar ketika negara dan BUMN yang mengklaim sebagai "terbesar di ASEAN" masih kalah telak menghadapi banjir dan longsor yang datang pada waktu yang sama setiap tahun.
Ini bukan lagi soal cuaca. Ini adalah soal kompetensi, prioritas, dan political will yang nilainya nol besar. Sumatera Utara tidak butuh alasan klise dan permintaan maaf. Sumatera Utara membutuhkan solusi permanen yang diwujudkan, bukan sekadar diumbar dalam rapat koordinasi tahunan.
Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Pendidikan
Padangsidimpuan, Asatupro.com Sidang Paripurna DPRD Kota Padangsidimpuan mendadak memanas usai Wali Kota membacakan pengantar Rancangan
Daerah
BUPATI DAIRI DI RPP PEMUDA PANCASILA, JAUHI JUDI ONLINE DAN NARKOBA, JADI PELOPOR DI TENGAH MASYARAKAT
Daerah
SHM Diduga Terbit di Atas HGU Aktif, Kejatisu Terkesan Lamban Formapera Siap Turun Aksi dan Bawa ke Kejagung
Peristiwa
HARIMAU SUMATERA MUNCUL DI KUTA SAGA, CAMAT KERAJAAN BERSAMA BKSDA, TNI/POLRI PASANG KAMERA TRAP DAN SIAGA JAGA WARGA
Peristiwa
Ratusan Media Siber Sumut Siap Bergabung di SMSI
Nasional
Medan, asatupro.com Lebih 4.000 ton beras dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) dikirim ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan diterima oleh p
Nusantara
Tambang Dolomit PT Teratai Jaya Stone di Desa Pamah Diduga Ilegal, 4 Alat Berat Tetap Beroperasi, Warga Menjerit Hirup Debu dan Jalan Desa H
Daerah
Sambut HUT ke81 TNI, Kodim 0208/Asahan dan Polsek Talawi Gelar Bazar Murah di Batu Bara
Daerah
Bupati Dairi Vickner Sinaga Terima Audiensi DPC PIKI, Dukung Penuh Pelantikan dan Seminar UMKM 27 Oktober 2026
Daerah