Jumat, 23 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Dr. Eriko Silaban, M. Pd Dorong Haminjon, Andaliman, Kapur Barus Menjadi Komoditas Dilindungi Oleh Negara

Zulhamdani Napitupulu - Senin, 18 November 2024 15:34 WIB
Dr. Eriko Silaban, M. Pd Dorong Haminjon, Andaliman, Kapur Barus Menjadi Komoditas Dilindungi Oleh Negara
Foto : Dr. Eriko Silaban, M. Pd. Pakar Pembangunan Daerah, Alumni Doktoral IPDN

Andaliman/Merica Batak.

Komoditi khas masyarakat suku Batak yang hanya tumbuh di kawasan danau toba, Sumatera Utara ini merupakan bumbu istimewa bagi kuliner masyarakat Batak. Penggunaan andaliman diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun lalu, sejak masa kerajaan. Bumbu ini menjadi simbol dari kekayaan rempah-rempah yang dimiliki oleh suku Batak, yang dikenal memiliki tradisi kuliner kaya akan cita rasa tajam dan pedas serta sensasi yang mengejutkan.

Dalam berbagai cerita tradisional, andaliman disebut-sebut sebagai bumbu yang digunakan untuk memuliakan tamu atau pada upacara adat tertentu, seperti pesta pernikahan atau ritual lainnya. Andaliman tidak hanya berfungsi sebagai penyedap rasa, tetapi juga sebagai penambah kehormatan dan kelengkapan pada hidangan yang disajikan.

Seiring waktu, keunikan dan kelezatannya mulai menarik perhatian masyarakat luas. Pada abad ke-20, setelah Indonesia merdeka, andaliman mulai mendapat perhatian dari para peneliti dan pecinta kuliner dari luar daerah Batak, bahkan ke mancanegara.

Upaya untuk memperkenalkan andaliman ke pasar global semakin meningkat, terutama karena pengaruh globalisasi dan permintaan terhadap masakan otentik Indonesia yang semakin populer. Keberadaannya kini semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan dan dilindungi.

Baca Juga:

Andaliman memiliki ciri khas rasa pedas yang tidak hanya memberikan sensasi panas, tetapi juga sedikit rasa kebiruan atau keasaman yang unik. Buah andaliman yang berbentuk kecil dan berwarna hijau atau merah ini, biasanya diolah dengan cara digiling halus atau ditumbuk bersama cabai, bawang, atau jahe, untuk menciptakan bumbu yang kaya akan rasa.

Tidak hanya itu, andaliman juga berfungsi sebagai pengawet alami dalam makanan, karena kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan bakteri, memiliki manfaat kesehatan, meningkatkan nafsu makan, memperlancar pencernaan. Kini mulai dikenal lebih luas, bahkan dijadikan sebagai bahan tambahan dalam produk olahan lain seperti saus sambal atau makanan ringan di dalam dan luar negeri.

Baca Juga:
Sumber
: Dr. Eriko Silaban, M. Pd. Pakar pembangunan daerah, Alumni Doktoral IPDN
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal, Sumut Merupakan Salah Satu Provinsi di Luar Jawa Dengan Anak Terpapar Radikal
KAPOLRI: Pengungkapan 1,16 Ton Ketamine Kapal MT Global 168 Selamatkan 5,8 Juta Jiwa
DPW PSI Sumut Serahkan 8 SK DPC Kota Pematang Siantar, Tegaskan Kesiapan Sukseskan HUT dan Rapimnas di Surabaya
Dugaan Jaringan Judol Kamboja di Medan Diungkap Ditressiber Polda Sumut, Lima Orang Ditangkap
Keluarga Ibu Hamil di Belawan Pertanyakan Progres Laporan, Surat Polisi Memuat Dugaan Perkara Berbeda
Viktor Silaen Instruksikan Seluruh Plt Kosgoro 1957 Sumut Percepat Konsolidasi dan Musda
komentar
beritaTerbaru