Keluarga Besar PSSAB Indonesia Gelar Musyawarah Besar ke-V di Medan, Perkuat Solidaritas dan Regenerasi Organisasi
Keluarga Besar PSSAB Indonesia Gelar Musyawarah Besar keV di Medan, Perkuat Solidaritas dan Regenerasi Organisasi
Nasional
Jakarta,asatupro.com-Nama advokat asal Lampung, Yuenchi Arwindi, mendadak viral dan jadi sasaran hujatan warganet. Ia dituduh sebagai "simpanan" dan penerima dana miliaran dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus/Jampidsus, Febrie Adriansyah, di tengah mencuatnya kasus korupsi yang menyeret nama Febrie.
Menepis tuduhan itu, Yuenchi akhirnya buka suara. Ia merilis video klarifikasi sekaligus surat resmi tertanggal 13 Juli 2026.
"Sumpah Demi Allah, Saya Bukan Simpanan dan Tidak Terima Uang Miliaran"
Dalam video yang diunggah di media sosialnya, Yuenchi membantah telak seluruh tuduhan.
Baca Juga:
"Assalammualaikum, saya Yuenchi Arwindi advokat yang tergabung di Peradi ingin menyampaikan klarifikasi terhadap pemberitaan yang beredar selama satu hingga dua hari terakhir melalui akun medsos, media online yang tidak memiliki kredibilitas," ujarnya.
Ia bahkan berani bersumpah atas nama Tuhan.
"Dengan ini saya menyatakan dengan sebenar-benarnya, sumpah demi Allah Swt, demi Tuhan Yang Maha Esa terkait tuduhan yang mengatakan saya sebagai simpanan, ani-ani, serta penyimpanan aset atau menerima uang miliaran adalah tidak benar dan tidak berdasar," tegasnya.
Baca Juga:
Yuenchi memastikan tidak pernah bertemu dengan Febrie Adriansyah selama yang bersangkutan menjabat sebagai Jampidsus.
Selain itu melalui surat klarifikasinya, Yuenchi merinci riwayat kerja untuk meluruskan dugaan.
Ia mengaku pernah bekerja di Bima Sena Law Firm/Bima Sena Law Firm, periode Februari – September 2025. Kantor itu beralamat di sekitar Kejaksaan Agung. Ia menduga itu alasan namanya diseret.
Selain sebagai advokat, ia juga merangkap general affairs dan mengelola petty cash operasional.
"Bahwa dana petty cash yang berada dalam pengelolaan saya setiap bulannya hanya berkisar antara Rp5.000.000 sampai dengan Rp10.000.000 dan seluruh penggunaannya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional kantor, bukan merupakan penerimaan pribadi maupun dana yang berasal dari pihak lain," tulisnya.
Ia juga meluruskan isu pemanggilan Mabes Polri pada Agustus 2025. Surat memang dikirim ke alamat Bima Sena, namun tidak pernah ia terima langsung.
"Sehingga saya tidak mengetahui adanya panggilan dimaksud dan karenanya tidak dapat memenuhi panggilan tersebut," jelasnya.
Sejak 5 Oktober 2025, Yuenchi tercatat sebagai advokat di Husendro & Partners Law Firm.
Yuenchi menegaskan tidak pernah menerima dana "fantastis" maupun terlibat perbuatan melawan hukum terkait Febrie.
"Bahwa berdasarkan uraian fakta di atas, dengan ini saya menegaskan bahwa pemberitaan yang menyatakan atau mengesankan bahwa saya telah menerima dana dalam jumlah fantastis dari Mantan Jampidsus adalah tidak benar, tidak berdasar, dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," tegasnya.
Ia menyatakan selama berprofesi selalu patuh pada Kode Etik Advokat Indonesia.
"Apabila di kemudian hari terdapat keterangan yang tidak benar, saya bersedia mempertanggungjawabkannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tukasnya.
Yuenchi juga menyatakan tidak akan tinggal diam. Ia dan tim tengah mendata akun-akun yang menyebar fitnah.
"Terhadap pihak-pihak tersebut saya akan mengambil langkah hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya. (*)
Keluarga Besar PSSAB Indonesia Gelar Musyawarah Besar keV di Medan, Perkuat Solidaritas dan Regenerasi Organisasi
Nasional
Viral Dituduh Simpanan Eks Jampidsus Febrie, Advokat Yuenchi Arwindi Sumpah Sekaligus Ancam Lapor
Nasional
Kuasa Hukum Antonius Devolis Tumanggor Tegaskan Hormati Proses Hukum, Ajak Publik Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
Peristiwa
Tragedi di Jalur MedanBerastagi, Truk Fuso Diduga Rem Blong Libas 8 Kendaraan, 4 Orang Tewas dan 8 LukaLuka
Hukrim
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., mengunjungi Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh di Lamteumen.B.Aceh.
Daerah
AMT Beberkan Dugaan Permainan Distribusi BBM di Sumut, Pasokan Disebut Dibatasi hingga Masyarakat &039Dipaksa&039 Beralih ke Pertamax
Peristiwa
Puluhan &039BH&039 Berkibar di Depan Polrestabes Medan, Massa Desak Komitmen Kapolrestabes Medan JCS &039Besok Akan Datang Telanjang Jika Janji Tak
Hukrim
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah.
Daerah
Bupati Serahkan SK Plt Kadis P3AP2KB Kepada dr. Erna Marpaung, Berharap seluruh program prioritas berjalan secara optimal
Daerah
Kades Pangguruan Akui Kembalikan Rp50 Juta Dana Ketahanan Pangan, Penggunaan Anggaran Jadi Sorotan
Daerah