Rabu, 15 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Harga CPO Naik Harga TBS Melorot, 10 Utusan PKS di Sumut "Disetrap" Pemerintah

Hendrik Hutabarat - Rabu, 15 Juli 2026 16:00 WIB
Harga CPO Naik Harga TBS Melorot, 10 Utusan PKS di Sumut "Disetrap" Pemerintah
Asatupro
Pemerintah menegaskan akan menindak perusahaan kelapa sawit di Sumut yang tidak membeli TBS petani sesuai harga pasar atau tidak sesuai penetapan pemerintah.
Adolina, asatupro.com - Sekitar 10 utusan pengusaha kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) "disetrap" berdiri oleh Heru Tri Widarto selaku Pelaksana Tugas (PlT) Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) dalam acara "Kunjungan Kerja Menteri Pertanian ke PTPN IV Regional II PKS Adolina", Rabu (15/7/2026) sore.

Sebagai informasi, seharusnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang harus hadir di acara tersebut selepas kegiatan di Universitas Sumatera Utara (USU) pada Rabu siang

Akan tetapi Mentan urung datang ke PKS Adolina karena harus mengikuti rapat yang langsung dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu sore.

Saat itu Heru Tri Widarto didampingi oleh Jatmiko Krisna Santosa selaku Direktur Utama (Dirut) PTPN IV PalmCo, Ali Jamil Harahap (mantan PlT Dirjenbun), serta Zulkifli Zaini selaku Komisaris Utama (Komut) Holding PTPN.

Baca Juga:

Dalam acara itu PlT Dirjenbun meminta utusan sejumlah perusahaan sawit untuk berdiri menghadap panggung dan menyimak sikap pemerintah terkait harga TBS di Sumut

Aksi "setrap" itu sendiri dilakukan PlT Dirjenbun karena pemerintah kecewa melihat sikap perusahaan sawit di Sumut yang tidak menaikkan harga pembelian tandan buah segar (TBS) produksi para petani sawit.

Kata Heru Tri Widarto, sebenarnya ada sekitar 260-an perusahaan sawit di Sumut, namun hanya 20 perusahaan yang melapor, namun justru ada 10 perusahaan yang menerapkan harga pembelian TBS tidak sesuai pasar.

Baca Juga:

Kata dia, harga CPO di pasar global naik tapi harga TBS petani enggak naik. Pemerintah, kata dia, juga mengawasi harga tender CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) yang sering berakhir withdraw (WD) atau stagnan di saat harga CPO baik-baik saja

"Kami meminta Anda semua untuk kembali ke jalan yang benar. Dalam waktu seminggu ini harus ada penjelasan kenapa harga TBS petani tidak naik saat harga CPO di pasar global naik," kata dia.

"Kalau memang penyebab tidak naiknya harga TBS petani di tingkat middle man (pengepul -red), ya tolong jelaskan dan buktikan kepada pemerintah," kata dia lagi.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bisnis Kopi, Teh, Karet Produksi PalmCo Semakin Kinclong
Cuan Banyak, Laba Bersih PalmCo Tembus 90,3 Persen
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi
Ini Rute Bus Program Mudik Gratis Lebaran 2026 PTPN IV PalmCo
Wow Banget, Tembus Rp 6 Triliun Laba Unaudited PalmCo
komentar
beritaTerbaru