Akhirnya Damai! Perkelahian di Pasar Sidikalang Berujung Saling Memaafkan
Akhirnya Damai! Perkelahian di Pasar Sidikalang Berujung Saling Memaafkan
Hukrim
Kegiatan bertajuk "Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit" itu digelar selama 5 hari, mulai 4-8 Agustus 2025 di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, dan merupakan bagian Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) 2025.
Kegiatan yang bertujuan mulia tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh yang berkompeten di bidangnya, yakni Mukhlis SP MA selaku Ketua Penyuluhan dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh.
Kemudian ada Dr M Apuk Ismane selaku Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, dan Mula Putra SE MSc sebagai Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Kelapa Sawit Ditjenbun.
Baca Juga:
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Mukhlis selaku Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh.
Baca Juga:
"Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam
mengelola kebun sawit secara tepat guna," kata Dr Ir Haryadi MS yang merupakan narasumber dari IPB Training, dalam keterangan resmi yang diterima asatupro.com, Minggu (10/8/2025).
"Kami yakin Bapak-Ibu peserta sudah berkebun sawit dan menanam, namun apakah yang dilakukan sudah benar atau belum, perlu kita evaluasi bersama," ucap Hariyadi lagi.
"Oleh karena itu, pelatihan ini penting untuk menyegarkan kembali pemahaman dan teknologi budidaya sawit sesuai amanat undang-undang (UU) nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan," ujar tutur Haryadi lebih lanjut.
Haryadi menegaskan bahwa ada tiga kunci keberhasilan dalam usaha kebun sawit: lokasi yang cocok, bibit unggul bersertifikat, dan pengelolaan kebun yang baik, termasuk pemupukan dan pengendalian hama penyakit.
Kata Hariyadi, bila dikelola dengan benar, para petani sawit diharapkan mampu mencapai "7-TAS", yaitu legalitas, kuantitas, kualitas, kontinuitas,
Sustainabilitas, traceability, dan profitabilitas.
Tidak cukup di dalam ruangan, IPB Training pun membawa 86 petani sawit tersebut untuk melakukan kunjungan lapangan, yaitu ke perkebunan yang dikelola oleh PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) sebagai bagian dari agenda pelatihan.
Kunjungan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada peserta mengenai proses budidaya kelapa sawit di industri, mulai dari pembibitan hingga pemrosesan di pabrik kelapa sawit (PKS).
Tiga lokasi utama yang dikunjungi yaitu area pembibitan, tanaman menghasilkan (TM), dan area loading ramp PKS.

Kegiatan dibuka oleh Zuhri Pradana selaku Manajer PT ASN untuk Kebun Tanoh Makmue Seujahtera, yang sekaligus memberikan pengarahan teknis kunjungan.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah
kebun tanaman menghasilkan, di mana peserta diperlihatkan teknik panen yang efektif, pengenalan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga penanganan pascapanen.
Peserta juga melakukan identifikasi tanaman secara berkelompok dan mendiskusikan praktik panen
ideal, termasuk interval dan kerapatan panen.
Selanjutnya, peserta mengunjungi area pembibitan. Di sini, peserta diajak mengamati kondisi bibit, mengenali bibit yang kurang baik, serta memahami proses seleksi dan transplantasi bibit.
Diskusi seputar identifikasi bibit bersertifikat juga menjadi sorotan, dengan peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah area loading ramp di PKS milik PT ASN. Di sini, peserta menyaksikan langsung proses sortasi buah sawit yang dilakukan oleh pihak industri.
Mereka mendapat penjelasan mengenai kriteria buah sawit yang sesuai standar industri, termasuk jenis dan kualitas buah yang diharapkan agar dapat memberikan hasil optimal dalam proses pengolahan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengamati dan menerapkan praktik terbaik di lapangan," ujar salah satu fasilitator dari IPB Training.
Kunjungan ini disambut antusias oleh peserta. Mereka terlihat aktif berdiskusi dengan tim teknis dan praktisi lapang. Banyak di antara mereka yang mengaku baru pertama kali melihat langsung proses pengelolaan kebun sawit dalam skala industri.
Kegiatan ini diharapkan mampu
memperluas wawasan peserta, khususnya pekebun sawit, terhadap praktik budidaya yang berkelanjutan serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap dinamika industri kelapa
sawit nasional.
Akhirnya Damai! Perkelahian di Pasar Sidikalang Berujung Saling Memaafkan
Hukrim
Mediasi Dinilai Buntu, Kuasa Hukum Koperasi Kofipindo Pertanyakan Prosedur Laporan Karyawan ke Disnaker Medan
Peristiwa
PW MIO Indonesia Sumut Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Wafatnya Ayah Ketua PD MIO Kabupaten Karo
Daerah
Kebakaran Hanguskan 7 Rumah di Desa Lau Kersik Gunung Sitember, 9 KK Terdampak
Peristiwa
Eko Afrianta Sitepu Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Amalkan Nilai Pancasila
Politik
Wakil Bupati Dairi Hadiri Fun Run SPARKO Dairi 2026, Dorong Masyarakat Hidup Sehat dan Aktif
Olahraga
Rapat Ke2 SEKBER FAHMI Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Medan
KPKMRI Perkuat Pendampingan Hukum, Biro Hukum Tegaskan Hak Togu Ambarita dan Mariduk Pasaribu Wajib Dilindungi
Peristiwa
Bantah Tuduhan Video Viral, Anggota DPRD Medan EAS Tegaskan Peristiwa Lama dan Bukan Vape Narkotika
Peristiwa
Kemdiktisaintek Hadir di Desa, Undhira dan STB Runata Dorong Hilirisasi Pangan Lokal di Bedulu Gianyar
Pendidikan