Minggu, 25 Oktober 2026
HUT KE 2 ASATUPRO.COM 2026
HUT TNI KE 81

Kabar Baik Bagi Pelaku Sawit, Kini Ada Prototipe Teknologi Helm Pintar Berbasis IoT Karya Mahasiswa ITSI Medan

Hendrik Hutabarat - Sabtu, 25 Juli 2026 11:50 WIB
Kabar Baik Bagi Pelaku Sawit, Kini Ada Prototipe Teknologi Helm Pintar Berbasis IoT Karya Mahasiswa ITSI Medan
Dok. ITSI Medan
Rasyid Abdullah Habib Syaban selaku mahasiswa ITSI Medan berhasil menciptakan inovas prototipe teknologi helm pintar untuk dipergunakan di perkebunan kelapa sawit.
Medan, asatupro.com - Kontribusi Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan terhadap dunia industri kelapa sawit, baik di tingkat hulu maupun hilir, terus bermunculan dan seperti tidak berkesudahan.

Yang terbaru adalah kemunculan prototipe teknologi helm pintar berbasis internet of things (IoT) untuk keselamatan pengamanan lapangan pada perkebunan kelapa sawit.

Prototipe ini adalah hhasil karya dari Rasyid Abdullah Habib Syaban (NIM 220203025), mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem dan Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ITSI Medan.

Prototipe helm pintar ini diprediksi kelak sangat berguna bagi para pekerja perusahaan perkebunan maupun para petani, terutama saat hendak melakukan panen tandan buah segar (TBS) atau saat hendak melihat kondisi lapangan.

Baca Juga:

Harus dipahami bahwa sektor perkebunan kelapa sawit menyimpan potensi ekonomi luar biasa bagi Indonesia, namun tantangan keselamatan kerja di area operasional lapangan masih menjadi perhatian serius.

Medan perkebunan yang sangat luas, terpencil, serta minim infrastruktur komunikasi kerap menyulitkan pengawasan keselamatan para pekerja secara real-time.

Nah, di posisi inilah Rasyid Abdullah Habib Syaban menghadirkan inovasi tepat guna bertajuk "Prototipe Helm Pintar IOT untuk Keselamatan Pengamanan Lapangan pada Perkebunan Kelapa Sawit".

Baca Juga:

Sangat penting diingat bahwa dalam industri perkebunan unsur urgensi K3 harus bisa dihadirkan agar bisa menjawab tingginya resiko kecelakaan kerja nasional.

Inovasi helm pintar ini dilatarbelakangi oleh kondisi riil di lapangan dan menunjukkan kalau sistem pengawasan manual tidak lagi memadai untuk menjamin perlindungan pekerja.




"Potensi bahaya di perkebunan, mulai dari tertimpa pelepah atau tandan buah segar (TBS), sengatan hewan liar, hingga kecelakaan transportasi perkebunan, terfleksi nyata dalam data statistik nasional," kata Rasyid Abdullah Habib Syaban kepada para wartawan di Medan, Sabtu (25/7/2026).

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bekerja Sebelum Wisuda, Alumni ITSI Medan Rasakan Manfaat Magang mySAP365
Saling Puji, Aspek-PIR Sumut dan ITSI Medan Siap Bersinergi
ITSI Medan Wisuda 445 Mahasiswa, Rektor: Lulusannya Sudah Direkrut Industri Sawit Sebelum Wisuda
Maling Sawit dan Peredaran Narkoba Disikat, PTPN IV Regional 2 Apresiasi Polri
Ini Strategi PTPN IV Regional 2 Atasi Maling TBS dan Peredaran Narkoba
SDM Seratusan Petani Sawit Jambi Diperkuat BPDP,  Ditjen  Perkebunan, dan IPB Training
komentar
beritaTerbaru