Rabu, 16 September 2026
HUT INDONESIA KE 81

Akhirnya Damai! Perkelahian di Pasar Sidikalang Berujung Saling Memaafkan

Tumpal Purba - Senin, 10 Agustus 2026 16:16 WIB
Akhirnya Damai! Perkelahian di Pasar Sidikalang Berujung Saling Memaafkan
Restorative Justice di Mapolres Dairi Kembalikan Keharmonisan Warga

Dairi,asatupro.com-Tidak ada yang menang dalam pertikaian. Senin (10/8/2026) di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Dairi, dua nama yang sempat berseteru di pusat Pasar Sidikalang, Cut Ade Mutia (CAM) dan Konita Friska Saragih (KFS), akhirnya memilih jalan damai.

Emosi sesaat di tengah keramaian pasar beberapa waktu lalu, menyisakan luka bukan hanya untuk keduanya, tapi juga untuk keluarga besar yang ikut merasakan. Namun hari ini, ruang mediasi di Mapolres Dairi menjadi tempat yang berbeda. Tidak ada lagi saling tuding. Yang ada hanya tangis lega dan jabat tangan.

Dalam proses mediasi yang dihadiri keluarga besar dari kedua belah pihak, penyidik Polres Dairi memfasilitasi dialog dengan hati-hati. Dengan pendekatan Restorative Justice, kedua pihak diajak melihat ke depan, bagaimana memulihkan hubungan, menjaga nama baik keluarga, dan mencegah konflik yang lebih besar.

Hasilnya, CAM dan KFS sepakat menyelesaikan permasalahan hukum secara kekeluargaan. Keduanya juga sepakat untuk mencabut laporan masing-masing. Tidak ada tuntutan lanjutan. Yang ada hanya komitmen untuk tidak mengulangi dan hidup rukun kembali sebagai sesama warga Sidikalang.

Baca Juga:

Keberhasilan mediasi ini tidak lepas dari peran aktif Polres Dairi. Keluarga besar kedua pihak menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bapak Kapolres Dairi beserta jajaran penyidik yang telah dengan sabar menjadi penengah.

"Terima kasih kepada pihak Kepolisian Polres Dairi. Berkat kebijaksanaan dan kesigapan Bapak/Ibu penyidik, masalah kami bisa selesai dengan baik dan kekeluargaan. Kami merasa dilindungi dan diarahkan ke jalan yang benar," ujar perwakilan keluarga.

Masyarakat merasakan Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom. Hukum bukan hanya untuk menghukum, tapi juga untuk menyembuhkan dan mendamaikan.

Perdamaian ini menjadi pengingat. Di Pasar Sidikalang yang ramai, tempat mencari nafkah, jangan sampai emosi sesaat merusak silaturahmi. Karena pada akhirnya, damai adalah kemenangan bagi semua.

Baca Juga:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dukung Pesta Luhuton Bolon 2026, Jalan Alternatif Silalahi I - III Resmi Dibuka
PB-LKP Gelar Festival Cipta Lagu Pakpak 2026, Jaga Warisan Budaya Suku Pakpak
Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Dairi Disepakati, Jadi Pedoman RKA-SKPD
Jangan Takut Bermimpi Besar, Pesan Bupati Dairi Untuk Mahasiswa Rantau
Wakil Bupati Dairi Evaluasi Ketat Dapur SPPG, Pastikan MBG Layak dan Aman untuk Siswa
Pemkab Dairi Gelar Apel Kendaraan Dinas, Teguran Disiapkan untuk Aset yang Menunggak Pajak
komentar
beritaTerbaru