Keluhkan Banjir, Warga Sempakata Curhat ke Wong Chun Sen Tarigan
Medan, asatupro.com Merasa sudah tidak tahu lagi harus menyampaikan uneguneg ke siapa, sejumlah warga Kelurahan Sempakata, Kecamatan Med
Medan
Bali,asatupro.com-Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR) Mina Lestari Batu Lumbang Denpasar merupakan salah satu kelompok di bawah naungan Ekowisata Mangrove Segara Guna Batu Lumbang (SGBL) yang bertugas dalam mengelola lingkungan mangrove. Ekowisata Mangrove SGBL ini berlokasi di Desa Pemogan, Kota Denpasar, Bali.
Dalam pembuatan Loloh Jeruju, POKLAHSAR Mina Lestari selaku mitra mengalami beberapa permasalahan dalam pengolahan sampel daun jeruju yang selama ini dikeringkan menggunakan sinar matahari memiliki kelemahan yaitu berpotensi merusak kandungan fitokimia, pemanasan tidak merata, dan masa simpan yang singkat sehingga menyebabkan kerugian bagi mitra.
Selain itu, Loloh Jeruju dibuat dengan cara menyeduh simplisia daun jeruju yang mengakibatkan kandungan fitokimia daun jeruju tidak keluar secara maksimal sehingga yang dihasilkan cenderung masih bening. Karenanya, mitra memerlukan pengetahuan dasar dalam mengolah daun jeruju dengan menggunakan pendekatan teknologi terkini sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih optimal dan berdaya saing.
Baca Juga:Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, maka Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Biologi, Unversitas Dhyana Pura (UNDHIRA) yang diketuai oleh Dr. I Made Wisnu Adhi Putra, S.Si., M.Sc. melakukan pendampingan pada POKLAHSAR Mina Lestari.Pendampingan ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Dhyana Pura melalui Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Hibah Internal Perguruan Tinggi.Adapun solusi yang diberikan oleh Tim Pengabdi berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah daun jeruju menjadi serbuk simplisia menggunakan grinder dan oven, serta peningkatan keterampilan mitra dalam mengolah simplisia daun jeruju menjadi produk minuman dengan teknik infusa.
Baca Juga:Kegiatan ini terdiri dari sosialisasi sosialisasi/penyuluhan tentang penyakit degeneratif yang diberikan oleh A.A.A. Putri Permatasari., S.Si., M.Biomed., dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang pemanfaatan tanaman mangrove sebagai sumber pangan fungsional oleh Putu Angga Wiradana, S.Si., M.Si.
Setelah itu, materi dilanjutkan oleh Dr. I Made Wisnu Adhi Putra, S.Si., M.Sc. tentang teknik penyiapan simplisia daun jeruju mulai dari panen, pengeringan, hingga pembuatan serbuk simplisia. Kegiatan ini diikuti oleh anggota POKLAHSAR, undangan dari Kelompok Nelayan KUB Segara Batu Lumbang, Bapak I Wayan Kona, dan perwakilan dari PLN Indonesia Power.Setelah pemaparan materi oleh Tim Pendamping selesai dilakukan, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan minuman herbal daun jeruju menggunakan teknik infusa. Pembuatan minuman ini diawali dengan menimbang sebanyak 100 g serbuk simplisia dan 1 liter air minum (rasio 1:10) lalu dimasukkan ke dalam panci tim bagian dalam.Secara bersamaan, panci tim bagian luar diisi dengan air kran sebanyak 3 liter, lalu panci tim bagian dalam dimasukkan. Setelah itu panci tim dipanaskan di atas kompor hingga suhunya mencapai 90oC. Proses infusa ini dilakukan selama 15 menit terhitung sejak cairan pada panci dalam menunjukkan suhu 90oC. Cairan infus selanjutnya didinginkan dan disaring menggunakan saringan kopi dan dimasukkan ke dalam botol kemasan dan diisi madu.
Dr. I Made Wisnu Adhi Putra, S.Si., M.Sc. mengungkapkan bahwa minuman herbal yang dihasilkan dengan teknik infusa ini akan menghasilkan minuman yang lebih pekat, lebih banyak mengandung fitokimia, dan lebih bercitarasa dibandingkan dengan minuman herbal hasil seduhan.
Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat memberikan dapat positif terhadap POKLAHSAR Mina Lestari terutama dalam hal pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam pengolahan daun jeruju menjadi simplisia. Teknik infusa memberikan pengetahuan tentang metode lain yang lebih baik dalam menghasilkan minuman herbal daun jeruju.
Pendampingan pembuatan minuman herbal berbahan daun jeruju dengan teknik infusa oleh Tim PKM Universitas Dhyana Pura.
Di akhir kegiatan, salah satu anggota POKLAHSAR Mina Lestari mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdi Prodi Biologi, Universitas Dhyana Pura yang telah memberikan pendampingan kepada mitra, bantuan alat untuk proses infusa, dan berharap kerjasama ini tetap terjalin di tahun-tahun berikutnya.
Perwakilan POKLAHSAR Mina Lestari juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LPPM Universitas Dhyana Pura yang telah memberikan pendanaan kegiatan pendampingan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.
Produk Minuman Infusa Daun Jeruju yang telah diproses dan ditambahkan dengan madu untuk menambah cita rasa dan khasiat kesehatannya.
Penulis: Dr. I Made Wisnu Adhi Putra, S.Si., M.Sc. (Dosen Program Studi Biologi, Universitas Dhyana Pura)
Medan, asatupro.com Merasa sudah tidak tahu lagi harus menyampaikan uneguneg ke siapa, sejumlah warga Kelurahan Sempakata, Kecamatan Med
Medan
Jakarta,asatupro.comKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untu
Ekonomi
Padangsidimpuan, Asatupro.com Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Padangsidimpuan, Roy Susanto Siagian, diduga asbun (asal bunyi) saat memberi
Daerah
Langkah BNNK Deli Serdang Tuai Dukungan Tokoh Agama dan Masyarakat, Pasca Operasi Gabungan di Cafe Kita Patumbak 1
Peristiwa
Jajaran Kodim 0208/Asahan Konsisten Gelar Nobar FIFA World Cup 2026 Bersama Masyarakat di Wilayah Binaan
Olahraga
Harga Beras Nasional Masih Stabil Tinggi, Cabai dan Daging Jadi Sorotan Pasar Hari Ini
Ekonomi
Tak Kenal Lelah Sat Narkoba Polres Deli Serdang Ringkus Pria Pengedar Sabu
Hukrim
Bagaikan Kota Gersang Dengan Maraknya Penebangan Pohon Sehat Ditepi Jalan SM Raja Medan
Medan
Nezar Djoeli Penghadangan Ustaz Abdul Somad Cederai Toleransi dan Kebebasan Beragama
Peristiwa
Warga Resah, Judi Dadu Kopiok &ldquoMada Sebayang&rdquo di Desa Perbesi Kecamatan Tiga Binanga Kembali Ramai, APH Tutup Mata
Hukrim