HUT ke-4 Satupena.co.id: Empat Tahun Berkarya, Menjaga Kepercayaan dan Mewarnai Negeri
HUT ke4 Satupena.co.id Empat Tahun Berkarya, Menjaga Kepercayaan dan Mewarnai Negeri
Daerah
Medan,asatupro.com-Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Munawarah Medan, H.M. Nezar Djoeli, mengecam keras aksi penghadangan terhadap rombongan Ustaz Abdul Somad (UAS) saat hendak menghadiri Tabligh Akbar di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Jumat (3/7/2026).
Menurut Nezar, kehadiran UAS ke Kutai Barat semata-mata untuk memenuhi undangan menyampaikan ceramah keagamaan kepada umat Islam. Karena itu, aksi penghadangan dinilai tidak mencerminkan semangat toleransi, penghormatan terhadap tamu, serta kebebasan menjalankan kegiatan keagamaan yang dijamin konstitusi.
"Kami meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka atas peristiwa ini. UAS datang sebagai tamu untuk memenuhi undangan menyampaikan ceramah kepada umat Islam. Namun mengapa justru ada pihak yang diduga melakukan tindakan yang mengganggu kegiatan tersebut," ujar Nezar, Senin (6/7/2026).
Ia mempertanyakan alasan sekelompok massa melakukan penghadangan terhadap seorang ulama yang datang atas undangan masyarakat. Menurutnya, apabila terdapat keberatan terhadap penyelenggaraan kegiatan, hal tersebut seharusnya disampaikan kepada panitia, bukan kepada penceramah yang diundang.
Baca Juga:
"Kalau memang ada keberatan terhadap kegiatan itu, seharusnya disampaikan kepada panitia penyelenggara, bukan kepada ulama yang hanya memenuhi undangan. Terlepas dari perbedaan apa pun, setiap tamu harus dihormati," tegasnya.
Nezar juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyelenggaraan kegiatan keagamaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, ia menyesalkan dugaan tindakan sejumlah oknum organisasi masyarakat yang dinilai menghalangi warga negara menjalankan aktivitas keagamaan.
"Setiap warga negara memiliki hak untuk memeluk agama dan menjalankan ajaran agamanya sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Jika ada pihak yang menghalangi hak tersebut, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.
Baca Juga:
Sebelumnya, rombongan Ustaz Abdul Somad mendapat aksi penolakan saat tiba di Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat, sebelum menghadiri Tabligh Akbar.
Kepala Seksi Humas Polres Kutai Barat, Iptu Sukoco, membenarkan adanya aksi penolakan yang dilakukan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak.
"Benar ada sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan warga Kutai Barat menyampaikan penolakan terhadap kehadiran UAS. Jumlahnya sekitar 20 hingga 25 orang," ujar Sukoco kepada wartawan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah orang menghadang iring-iringan kendaraan rombongan UAS. Beberapa di antaranya bahkan terlihat naik ke atas kendaraan pengawal. Meski demikian, aparat gabungan Polri dan TNI berhasil mengendalikan situasi sehingga kondisi tetap aman dan kondusif.
Sukoco menjelaskan, aparat telah menerapkan strategi pengamanan dengan mengubah susunan iring-iringan kendaraan. Kendaraan yang dihentikan massa bukan kendaraan yang ditumpangi UAS, melainkan mobil pengawal.
"Seolah-olah UAS berada di mobil itu, padahal beliau sudah berada di kendaraan lain dan lebih dahulu melintas. Saat mereka memeriksa kendaraan tersebut, ternyata UAS tidak berada di dalamnya," jelasnya.
Meski sempat terjadi aksi penolakan, kegiatan Tabligh Akbar yang dihadiri Ustaz Abdul Somad tetap berlangsung sesuai jadwal dengan pengamanan aparat keamanan.
HUT ke4 Satupena.co.id Empat Tahun Berkarya, Menjaga Kepercayaan dan Mewarnai Negeri
Daerah
Ahli Waris Almarhum Abdul Halim Harahap Pemilik 15 Ha Lahan Polisikan Pasutri Diduga Penyerobot Lahan
Medan
Wabup Dairi Kunjungi Anak Korban Kekerasan di RSUD Sidikalang, "Pemulihan Fisik dan Mental Harus Tuntas"
Daerah
Olimpiade Sains Dairi 2026 Digelar September Mendatang, Ajang Prestasi Siswa & Guru seSumatera Utara
Pendidikan
Perdamaian Kasus Dugaan Pencemaran PT Indofarm Sukses Makmur Dipertanyakan, Hasil Uji Laboratorium Berbeda dan Dugaan Upeti Mencuat
Peristiwa
Rawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Jaga Stabilitas Negara Tanpa Provokasi
Nasional
Ditemukan Penuh Luka di Jalan Merdeka!2 Bocah Sidikalang Diduga Disiksa Bibinya Sendiri
Hukrim
Ditolak Terbit KTPel Meski Mengantongi SKPWNI, Warga Pertanyakan Kejelasan Status Kependudukan di Batam
Daerah
DPW HARI Sumut Desak Dirut PDAM Tirtanadi Taat Putusan Pengadilan, Segera Bayarkan Hak Pensiunan Rp4,9 Miliar
Hukrim
Pool Bus Ilegal Diduga Jadi Biang Kerok Kemacetan di Jalan Sisingamangaraja Medan
Peristiwa