Tuan Rumah Merasa Diabaikan, Pemerintah Desa Bintang Mersada Kecewa pada Pembukaan MTQ ke-51 Dairi
Tuan Rumah Merasa Diabaikan, Pemerintah Desa Bintang Mersada Kecewa pada Pembukaan MTQ ke51 Dairi
Daerah
Inspeksi dadakan itu justru memunculkan pertanyaan baru setelah temuan di lapangan berbeda dengan keluhan warga. Sebelumnya, warga Kelurahan Wek III, Umak Azzam Nasution, mengaku kesulitan membeli gas 3 Kg di pangkalan dekat rumahnya, Minggu 10 Mei 2026. Saat itu pihak pangkalan menyebut stok kosong. Pangkalan yang dimaksud warga diduga milik ASN yang bekerja di Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Padangsidimpuan.
Namun saat disidak, Daulat justru menemukan fakta berbeda. "Kemarin warga bilang kosong, tapi waktu kami datang masih ada sekitar 20 tabung tersedia," kata Daulat menjelaskan hasil sidak di pangkalan tersebut kepada Asatupro.com melalui pesan singkat, Senin (11/5/2026).
Daulat menegaskan, pihaknya sengaja membawa agen besar saat sidak agar kondisi bisa langsung dibuktikan. Meski menemukan 20 tabung, ia mengakui Pemerintah Kota Padangsidimpuan memiliki keterbatasan dalam pengawasan.
Baca Juga:
"Enggak mungkin kami tiap hari harus sidak. Kami enggak mampu harus sidak tiap hari, makanya perlu informasi dari kawan-kawan media biar ditanya kebenarannya," ujar Daulat.
Ia menambahkan, Bagian Ekonomi hanya dapat melakukan pengawasan secara berkala dan tidak memungkinkan melakukan inspeksi setiap hari ke seluruh pangkalan LPG yang ada di Kota Padangsidimpuan.
Pernyataan itu memantik perhatian publik, mengingat dalam beberapa hari terakhir masyarakat mengeluhkan sulitnya memperoleh gas LPG subsidi 3 Kg. Selain langka, harga jual di tingkat pengecer juga disebut melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi Rp18.500, bahkan mencapai Rp35.000 per tabung.
Baca Juga:
Di tengah carut marut itu, dugaan penyebab kelangkaan mulai terkuak. Sumber Asatupro.com dari kalangan pengusaha LPG yang dirahasiakan namanya menyebut kondisi langka diduga mulai terasa ketika jatah distribusi gas LPG untuk wilayah Tapanuli Selatan mengalami pengurangan.
"Dah kucari info ternyata benar Tapsel dikurangi jatahnya. Biasanya Tapsel pemasok ke kota ini," beber sumber melalui pesan singkat, Minggu 10 Mei 2026.
Sumber tersebut menjelaskan, pihak-pihak yang selama ini berkecimpung dalam distribusi LPG lebih memahami pola masuknya pasokan gas ke Kota Padangsidimpuan.
"Kalau gas dari Tapsel masuk ke kota biasanya stok di Padangsidimpuan banjir. Tapi kalau distribusi itu tidak masuk, biasanya mulai terasa langka," ungkapnya.
Dengan adanya dua versi yang bertolak belakang antara keluhan warga dan hasil sidak Pemko, serta dugaan pemangkasan kuota dari Tapsel, publik meminta pemerintah serius memastikan ketersediaan stok tetap aman.
Masyarakat juga mendesak adanya pengawasan ketat terhadap pangkalan agar penyaluran gas subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu di tengah kesulitan warga memperoleh gas melon. (MN)
Tuan Rumah Merasa Diabaikan, Pemerintah Desa Bintang Mersada Kecewa pada Pembukaan MTQ ke51 Dairi
Daerah
Polrestabes Medan Menang Praperadilan, Pemohon &ldquoTolong Pak Presiden dan Pak Habiburokhman, Kami Butuh Keadilan!"
Hukrim
Kapolresta Deli Serdang Segera Evaluasi Kasatreskrim Beserta Jajarannya, Diduga Tak Mampu Berantas Judi Milik DS
Hukrim
Padangsidimpuan, Asatupro.com Sidak lapangan Kabag Ekonomi Setdako Padangsidimpuan, Daulat Siregar, terkait carutmarut Gas Melon 3 Kg d
Daerah
Apresiasi Sekaligus Mencerdasi Terpilihnya Dr. H. Sadikin Bintang, MM Sebagai Presidium KAHMI Sumut
Sosok
Satresnarkoba Polres Karo Bongkar 4 Kasus Narkotika Beruntun, Diduga Sindikat Narkoba Lau Cimba Terungkap
Hukrim
Polres Tapteng Operasikan Tiga Satuan Pelayanan Gizi di Pandan, Sarudik dan Badiri
Daerah
Pos Kamling Siap Digunakan Ciptakan Suasana Kondusif dan Tingkatkan Pertahanan Wilayah di Gebang
Daerah
Puluhan Wartawan Aksi Damai Ke Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Disambut Baik Oleh Kalapas Labuhan Ruku
Daerah
Dinilai Gagal Berantas Judi, ALMASU Desak Kapolda Sumut Evaluasi Kapolres Asahan
Hukrim