Sabtu, 18 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Soal Cetak 3 Juta Lahan Sawah Baru, Ini Saran PKS kepada Presiden Prabowo Subianto

Hendrik Hutabarat - Minggu, 27 Oktober 2024 14:49 WIB
Soal Cetak 3 Juta Lahan Sawah Baru, Ini Saran PKS kepada Presiden Prabowo Subianto
Internet
Rencana mencetak 3 juta Ha lahan sawah baru oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan kritik dan saran dari politisi Fraksi PKS di DPR-RI, Riyono.

Jakarta, asatupro.com - Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR-RI, Riyono, memberikan sejumlah saran dan kritik terkait rencana pencetakan 3 juta hektar untuk lahan sawah baru di kawasan Indonesia Timur, termasuk di Papua, yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kata Riyono, seperti dikutip asatupro.com dari Parlementaria, Minggu (27/10/2024), rencana yang dilakukan melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut harus dilakukan dengan cermat.

"Karena jika berhasil, maka akan menghasilkan jutaan ton beras yang bisa membantu mengurangi alokasi impor," ungkap anggota Komisi IV DPR RI itu.

"Cetak sawah baru 3 juta hektar lahan di Indonesia timur memang menjanjikan untuk bisa menghasilkan jutaan ton beras, namun jika gagal akan kehilangan ratusan miliar,," katanya lagi

Baca Juga:

Selama pemerintahan Jokowi program ini juga sudah dijalankan. Cita-cita satu juta Ha terealisasi 500.000 Ha di Indonesia timur dengan biaya triliunan rupiah.

Untuk diketahui rencana anggaran biaya (RAB) konstruksi cetak sawah pada 2016 bagi 138 kabupaten sebesar Rp 16 juta per Ha, serta khusus untuk daerah Maluku dan Papua sebesar Rp 19 juta per Ha. .

Untuk cetak 600.000 Ha sawah baru membutuhkan biaya rata-rata di luar Jawa Rp 17 juta per Ha, sehingga minimal butuh Rp 10 triliun lebih.

Baca Juga:

"Kalau 3 juta Ha, berapa triliun yang dibutuhkan? Sangat besar, maka harus bertahap dilakukan, karena ini membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk cetak sawah baru," ujar Riyono.

Menurutnya, pihak Kementan harus bisa menyiasati anggaran yang ada agar jangan sampai mengulangi kegagalan yang pernah terjadi di masa lalu.

Menurutnya, keberhasilan cetak sawah baru ada di pengelolanya. Petani muda menjadi solusinya, maka perlu ajak para sarjana pertanian menjadi petani sukses bersama cetak sawah baru.

Berdasarkan data Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) 2020 Kementerian Pertanian mencatat petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya berjumlah 2,7 juta orang.

Hanya sekitar 8 persen dari total petani 33,4 juta orang. Sisanya lebih dari 90 persen masuk petani kolonial, atau petani yang sudah tua.

"Kalau mau maju pertanian kita, PKS usulkan gaji petani muda kita, jadikan profesi petani menjanjikan. Lulusan pertanian jadikan petani sukses," tuturnya lebih lanjut.

"Kita hitung saja, 2,7 juta petani muda yang siap berkorban katakan 1 juta x 5 juta x 12 bulan = 60 Triliun. Angka yang kecil bagi cita – cita mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional," tegas Riyono

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ditengah Ketidakpastian Ekonomi Hari Ini, MBG Justru Dikelola Dengan Kacau Balau
Kajari Karo Danke Rajagukguk Ditarik ke Kejagung Imbas Kasus Amsal Sitepu
Hinca Panjaitan Singgung Dugaan Konflik Kepentingan, Pemkab Karo Buka Suara Soal Mobil Dinas
LBH Medan Desak Jaksa Agung Segera Copot Kajari Karo dan Jajaran Terlibat
Kajati Sumut Minta Maaf di DPR Buntut Gaduh Kasus Amsal Sitepu
DPP FROMPER : Dengan Pengawalan Komisi III DPR RI, Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Harus Terang Benderang
komentar
beritaTerbaru