Rabu, 29 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Turun Rp 127 dari WD, Begini Nasib Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 14 Oktober 2024

Hendrik Hutabarat - Senin, 14 Oktober 2024 16:53 WIB
Turun Rp 127 dari WD, Begini Nasib Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 14 Oktober 2024
Internet
Harga CPO hasil tender PT KPBN periode Senin (14/10/2024) ini masih nyaman berada di level Rp 14.000 per Kg.

Namun yang pasti, hasil tender kali ini tetap membuat posisi harga CPO di pasar domestik berada di level Rp 14.000-an per Kg.

Dan situasi ini juga tetap membuat harga TBS petani di banyak daerah masih aman di atas Rp 2.500 atau Rp 2.600-an per Kg.

Berikut ini hasil tender harga CPO per Kg di luar atau tidak termasuk PPN di PT KPBN periode Senin (14/10/2024):

Dumai : Rp 14.135 - EUP (sebelumnya Rp 14.262 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 14.007 - EUP, turun Rp 127 dari harga WD, naik Rp 128 dari harga penawaran tertinggi)

Baca Juga:

Sei Tapung (loco) : Rp 13.896 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 13.750 - WNI (sebelumnya Rp 14.023 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 13.700 - WNI, turun Rp 127 dari harga WD)

Teluk Bayur : Rp 14.005 - Wira (sebelumnya Rp 14.132 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 13.860 - Wira , turun Rp 127 dari harga WD)

Talang Duku (fob) : Rp 13.955 - Priscolin (sebelumnya tiada kabar)

Baca Juga:

Kwala Sawit (loko) : Rp 13.926 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 10.000 - Agj (sebelumnya Rp 14.053 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 10.000 - AGJ, turun Rp 127 dari harga WD)

Kalsel (fob) : Rp 13.735 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 13.135 - EUP

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kabar Baik Bagi Pelaku Sawit, Kini Ada Prototipe Teknologi Helm Pintar Berbasis IoT Karya Mahasiswa ITSI Medan
Harga CPO Naik Harga TBS Melorot, 10 Utusan PKS di Sumut "Disetrap" Pemerintah
Seratusan Petani Sawit Morowali Utara Dibekali BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE
Harga TBS di Nagan Raya Menguat, Kinerja Bupati Dipuji
Didukung BPDP dan Ditjenbun, PT CWE Tingkatkan SDM Petani Sawit Pasangkayu
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
komentar
beritaTerbaru