Sabtu, 31 Oktober 2026
HUT KE 2 ASATUPRO.COM 2026
HUT TNI KE 81

Posisi Petani Sawit Lemah dan Sulit Bermitra, RSI Dorong USU Lakukan Ini

Hendrik Hutabarat - Selasa, 15 September 2026 13:16 WIB
Posisi Petani Sawit Lemah dan Sulit Bermitra, RSI Dorong USU Lakukan Ini
Dok. pribadi
RSI mendorong USU agar membangun pusat kajian terkait masa depan sawit nasional.
Medan, asatupro.com - Posisi Petani kelapa sawit di Indonesia masih lemah sehingga sulit membangun kemitraan dengan perusahaan perkebunan secara adil, transparan, dan saling menguntungkan satu sama lain.

Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh para petani sawit itu sendiri saat memberikan tanggapan dalam acara "Uji Publik Model Kemitraan Petani dan Perusahaan" yang diselenggarakan di Gedung Digital Learning Center, Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (15/9/2026).

Kegiatan ini digelar atas kolaborasi Rumah Sawit Indonesia (RSI) dan USU serta didukung oleh banyak pihak, termasuk dari kalangan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Gus Dalhari Harahap selaku Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumut dalam acara bertajuk "Membangun Petani yang Kompetitif Melalui Intensifikasi Lahan dan Industrialisasi" itu mengungkapkan fakta yang ironis.

Baca Juga:

"Soal kemitraan antara perusahaan dan petani sejatinya sudah diatur dalam beragam regulasi. Ada banyak aturan mainnya, tapi hanya sedikit yang terwujud," kata Gus Dalhari Harahap SH.

Di samping itu dia juga bilang petani sawit masih menghadapi banyak tekanan dari berbagai pihak, termasuk soal kebun sawit milik petani masuk dalam kawasan hutan.



Baca Juga:

"Agar kita semua tahu, Padang Bolak di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dulunya adalah kawasan padang rumput dan cenderung gersang, tapi kini subur dan hijau setalah menjadi kebun kelapa sawit milik petani," ungkapnya.


Syarifuddin Sirait selaku DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia cabang Sumut melah mengungkapkan fakta yang tidak kalah mencengangkan.

Pria yang didaulat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Aspek-PIR Indonesia i no i bilang sekarang ini justru banyak petani dan perusahaan sawit yang dulunya bermitra, kini mallah sudah "pisah ranjang" alias tidak lagi saling bermitra.

"Yang sudah lama bermitra saja kini sudah "pisah ranjang". Harus bagaimana lagi cara membangun kemitraan ini," kata Ketua Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Kesepakatan, Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, ini.

Mengetahui semua situasi ini, Ketua Umum RSI, Kacuk Sumarto, mendorong untuk melakukan sesuatu yang berharga bagi keberlanjutan industri perkebunan kelapa sawit secara nasional.

"Saya mendorong USU untuk membangun dan menjadi Pusat Penelitian atau Pusat Kajian Strategis Sawit Nasional. Ini penting mengingat banyak regulasi sawit yang justru belum bisa terlaksana dengan. Baik," kata dia.

Dia mencontohkan soal hak guna usaha (HGU) yang secara hukum dan sesuai aturan main sangat clear and clean, tetapi justru belakangan banyak menghadapi persoalan baru.




Begitu juga dengan pembangunan kemitraan antara petani dan perusahaan sawit, Kacuk Sumarto bilang sebaiknya dibutuhkan kajian dari USU agar hal ini bisa terlaksana dengan baik di kemudian hari.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Abdul Aziz: Sesuai Keputusan MA, Kembalikan 47.000 Ha Kebun Sawit Rakyat Palas dan Paluta
Berhasil Lulus Sarjana Kedokteran UI 3 Tahun, Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra Tuai Pujian
Bekerja Sebelum Wisuda, Alumni ITSI Medan Rasakan Manfaat Magang mySAP365
Saling Puji, Aspek-PIR Sumut dan ITSI Medan Siap Bersinergi
ITSI Medan Wisuda 445 Mahasiswa, Rektor: Lulusannya Sudah Direkrut Industri Sawit Sebelum Wisuda
Maling Sawit dan Peredaran Narkoba Disikat, PTPN IV Regional 2 Apresiasi Polri
komentar
beritaTerbaru