Serta item ke-8 tentang decent work and economic growth: mendorong lingkungan kerja yang aman, layak, dan terlindungi bagi seluruh pekerja lapangan.
"Dan SDG's ke- 9 tentang industry, innovation, and infrastructure: mempercepat modernisasi teknologi dan inovasi berbasis IoT di sektor agribisnis kelapa sawit," katanya kembali.
Apresiasi dan Pendaftaran HKI
Riset skripsi ini dikembangkan di bawah bimbingan langsung dosen Prodi Sistem dan Teknologi Informasi ITSI, Ir. Andi Prayogi, S.Kom., M.Kom.
Dalam ujian akhir skripsi, karya inovatif ini diuji langsung oleh Rektor ITSI, Dr. Purjianto, S.E., M.M sebagai Penguji 2 dan Muhammad Akbar Syahbana Pane, S.T., M.Sc. sebagai Penguji 1.
Baca Juga:
Rektor ITSI, Dr. Purjianto, S.E., M.M memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang berdampak langsung bagi sektor industri perkebunan ini.
"Teknologi semakin berkembang dan sangat membantu aktivitas keselamatan serta efisiensi pengawasan," ujar Rektor ITSI.
"Saya berharap alat ini dapat dikembangkan lagi ke tahap produksi agar dapat digunakan untuk kemaslahatan umat dan tercapainya Visi dan Misi Institut Teknologi Sawit Indonesia," ungkap Dr. Purjianto.
Baca Juga:
Ia menegaskan kembali komitmen ITSI dalam mengawal riset-riset aplikatif yang memberi solusi nyata di lapangan.
"ITSI siap menjadi dan menjembatani tempat atau wadah di mana teknologi yang berkaitan dengan dunia perkebunan, khususnya sawit, untuk mengembangkan IPTEK yang berkelanjutan," lanjutnya.

Guna menjaga orisinalitas riset serta membangun ekosistem inovasi kampus yang berkelanjutan, inovasi
Helm Pintar IoT ini selanjutnya akan didaftarkan ke Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ITSI.
Tags
beritaTerkait
komentar