Ketua Umum DPP GPIE Kukuhkan Muhammad Ari Al-Kasyfi Sebagai Ketua DPC Kota Medan Periode 2026–2030
Ketua Umum DPP GPIE Kukuhkan Muhammad Ari AlKasyfi Sebagai Ketua DPC Kota Medan Periode 2026&ndash2030
Medan
Medan, asatupro.com - Harga pembelian tandan buah segar (TBS) saat ini tengah melejit, baik TBS produksi petani sawit mitra plasma, mitra swadaya, maupun petani swadaya tak bermitra.
Kenaikan harga TBS ini merupakan dampak dari naiknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), baik di pasar global maupun domestik.
Termasuk di antaranya adalah yang berdasarkan hasil tender harga CPO yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).
Petani sawit bahagia dengan perkembangan yang sangat baik ini. Tetapi di saat yang bersamaan, mereka juga mulai bersikap waspada terhadap kemungkinan aksi pencurian TBS oleh ninja sawit.
Baca Juga:
Ada banyak cara yang dilakukan para petani untuk mengatasi ninja sawit, baik dilakukan secara pribadi maupun berkelompok, atau pun berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH).
"Kemungkinan saya bakal tidur di ladang untuk menjaga agar TBS saya enggak dipanen ninja sawit," ucap Ucok K, seorang petani sawit di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Kepada asatupro.com, Kamis (31/10/2024), petani sawit sadaya asal kota Tebingtinggi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), ini mengaku tidak ingin para ninja sawit mencuri hasil jerih payahnya berkebun sawit selama belasan tahun.
Baca Juga:
Lain lagi dengan Katimin, petani sawit plasma di Kabupaten Siak, Riau, ini mengatakan sudah ada antispasi secara hukum dalam mengatasi ninja sawit.
"Alhamdulilah, di tempat kita sudah ada surat edaran dan tembusannya sampai ke pihak Polres Siak," kata pria asal Pulo Raja, Kabupaten Asahan, Sumut, ini saat ditanya secara terpisah
Surat edaran yang dua maksud adalah surat kesepakatan bersama (SKB) antara berbagai pihak yang mampu membuat para ninja sawit berfikir seribu kali kalau mau mencuri TBS sawit.
"Para ninja sawit jadi berfikir seribu kali kalau mau mencuri TBS kami, dan memang terbukti," kata pengurus DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia cabang Provinsi Riau ini.
"Sudah berpuluh pelaku ninja sawit yang saya dan petani lain tangkap, dan sekarang terlihat hasilnya, sudah banyak ninja sawit yang jera dan gerah," tutur Katimin menambahkan.
Lain lagi dengan Ponirin, seorang guru agama yang juga berprofesi sebagai petani sawit di Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun, Sumut.
Kata anggota perkumpulan petani kelapa sawit berkelanjutan bintang Simalungun (PPKSBBS) ini, ia dan para petani sawit lainnya selalu berkoordinasi ke agen agar tidak menerima TBS hasil jarahan ninja sawit.
"Sebab kami tahu, tanpa agen pengepul, para ninja sawit akan bingung ke mana menjual TBS hasil jarahan dari kebun milik petani," ucap Ponirin.
Di samping itu, mereka juga selalu menjalin kedekatan dengan para pihak yang diduga menjadi ninja sawit agar tidak menjarah kebun sawit mereka.
"Memang sedikit pengaruh positifnya bila berkomunikasi dengan para ninja sawit ini, tapi tetap proses kedekatan itu kami lakukan agar mereka segan mencuri TBS kami," kata Ponirin
"Dan yang terakhir biasa kami lakukan adalah menggelar musyawarah warga bila ada ninja sawit yang tertangkap dan didenda Rp 5 juta bila TBS yang mereka curi setara dengan satu janjang," ungkap Ponirin.
Para petani sawit yang menjadi anggota DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) juga punya solusi lain untuk mengatasi aksi para ninja sawit.
"Putus semua akses dari dan ke kebun sawit, seperti jembatan atau titi panen untuk kebun sawit di dataran rendah," saran Kalim Sanarji, anggota APKASINDO Sumsel
Kalau kebun sawit milik petani berada di dataran agak berbukit, Kalim menyarankan agar dibuat galian sekeliling kebun dalam jumlah yang lebar dan dalam sekitar 2 meter atau lebih.
"Jangan lupa buat pos penjagaan dan dijaga secara patroli atau keliling," tutur Kalim Sanarji lebih lanjut.
Namun apabila para ninja sawit menggunakan senjata api, ia menyarankan agar para petani sawit sebaiknya lari meninggalkan kebun sawit demi keselamatan diri petani.
Namun bagi Parjito, anggota APKASINDO Sumsel lainnya, yang paling penting adalah para petani sawit wajib menunggu kebun sawit masingmasing.
"Kalau pendapat saya sederhana, wajib ditunggu seminggu sebelum panen. Jadi dalam satu bulan menggaji orang setengah bulan," tegas Parjito.
Ketua Umum DPP GPIE Kukuhkan Muhammad Ari AlKasyfi Sebagai Ketua DPC Kota Medan Periode 2026&ndash2030
Medan
Gunakan Teknik Undecover, Satresnarkoba Amankan 2 Orang Pria Bersama Barang Buktinya
Hukrim
Otten Coffee Buka Kopi Fest Indonesia 2026 Medan dengan Kompetisi Global
Ekonomi
Pelaku Residivis Kasus Narkoba Kembali Ditangkap Satresnarkoba Polres Binjai
Hukrim
Pemkab Dairi Kembali Raih Opini WTP Yang ke12 Atas Laporan hasil Pemeriksaan Keuangan Pemerintah Tahun 2025
Daerah
Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia
Ekonomi
Di Balik Kegelisahan Anggota Koperasi Swadharma, Ada Jalan yang Harus Dicari dengan Kepala Dingin
Nasional
2 (Dua) Pengedar Narkoba Di Kota Binjai Diringkus Satresnarkoba Polres Binjai Berikut Barang Buktinya
Hukrim
Hari Raya Idul Adha 1447 H, Polres Binjai Sembelih 7 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing
Daerah
Dugaan Penyalahgunaan Pod Getar di Munas HIPMI Viral, AKTA Desak APH Turun Tangan
Hukrim