KPPU Denda PT Semangat Logistik Andalan Rp 2 Miliar Atas Keterlambatan Notifikasi Akuisisi
Medan,asatupro.comKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp2 Miliar kepada PT Semang
Hukrim
Medan, asatupro.com - Harga pembelian tandan buah segar (TBS) saat ini tengah melejit, baik TBS produksi petani sawit mitra plasma, mitra swadaya, maupun petani swadaya tak bermitra.
Kenaikan harga TBS ini merupakan dampak dari naiknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), baik di pasar global maupun domestik.
Termasuk di antaranya adalah yang berdasarkan hasil tender harga CPO yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).
Petani sawit bahagia dengan perkembangan yang sangat baik ini. Tetapi di saat yang bersamaan, mereka juga mulai bersikap waspada terhadap kemungkinan aksi pencurian TBS oleh ninja sawit.
Baca Juga:
Ada banyak cara yang dilakukan para petani untuk mengatasi ninja sawit, baik dilakukan secara pribadi maupun berkelompok, atau pun berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH).
"Kemungkinan saya bakal tidur di ladang untuk menjaga agar TBS saya enggak dipanen ninja sawit," ucap Ucok K, seorang petani sawit di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Kepada asatupro.com, Kamis (31/10/2024), petani sawit sadaya asal kota Tebingtinggi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), ini mengaku tidak ingin para ninja sawit mencuri hasil jerih payahnya berkebun sawit selama belasan tahun.
Baca Juga:
Lain lagi dengan Katimin, petani sawit plasma di Kabupaten Siak, Riau, ini mengatakan sudah ada antispasi secara hukum dalam mengatasi ninja sawit.
"Alhamdulilah, di tempat kita sudah ada surat edaran dan tembusannya sampai ke pihak Polres Siak," kata pria asal Pulo Raja, Kabupaten Asahan, Sumut, ini saat ditanya secara terpisah
Surat edaran yang dua maksud adalah surat kesepakatan bersama (SKB) antara berbagai pihak yang mampu membuat para ninja sawit berfikir seribu kali kalau mau mencuri TBS sawit.
"Para ninja sawit jadi berfikir seribu kali kalau mau mencuri TBS kami, dan memang terbukti," kata pengurus DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia cabang Provinsi Riau ini.
"Sudah berpuluh pelaku ninja sawit yang saya dan petani lain tangkap, dan sekarang terlihat hasilnya, sudah banyak ninja sawit yang jera dan gerah," tutur Katimin menambahkan.
Lain lagi dengan Ponirin, seorang guru agama yang juga berprofesi sebagai petani sawit di Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun, Sumut.
Kata anggota perkumpulan petani kelapa sawit berkelanjutan bintang Simalungun (PPKSBBS) ini, ia dan para petani sawit lainnya selalu berkoordinasi ke agen agar tidak menerima TBS hasil jarahan ninja sawit.
"Sebab kami tahu, tanpa agen pengepul, para ninja sawit akan bingung ke mana menjual TBS hasil jarahan dari kebun milik petani," ucap Ponirin.
Di samping itu, mereka juga selalu menjalin kedekatan dengan para pihak yang diduga menjadi ninja sawit agar tidak menjarah kebun sawit mereka.
"Memang sedikit pengaruh positifnya bila berkomunikasi dengan para ninja sawit ini, tapi tetap proses kedekatan itu kami lakukan agar mereka segan mencuri TBS kami," kata Ponirin
"Dan yang terakhir biasa kami lakukan adalah menggelar musyawarah warga bila ada ninja sawit yang tertangkap dan didenda Rp 5 juta bila TBS yang mereka curi setara dengan satu janjang," ungkap Ponirin.
Para petani sawit yang menjadi anggota DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) juga punya solusi lain untuk mengatasi aksi para ninja sawit.
"Putus semua akses dari dan ke kebun sawit, seperti jembatan atau titi panen untuk kebun sawit di dataran rendah," saran Kalim Sanarji, anggota APKASINDO Sumsel
Kalau kebun sawit milik petani berada di dataran agak berbukit, Kalim menyarankan agar dibuat galian sekeliling kebun dalam jumlah yang lebar dan dalam sekitar 2 meter atau lebih.
"Jangan lupa buat pos penjagaan dan dijaga secara patroli atau keliling," tutur Kalim Sanarji lebih lanjut.
Namun apabila para ninja sawit menggunakan senjata api, ia menyarankan agar para petani sawit sebaiknya lari meninggalkan kebun sawit demi keselamatan diri petani.
Namun bagi Parjito, anggota APKASINDO Sumsel lainnya, yang paling penting adalah para petani sawit wajib menunggu kebun sawit masingmasing.
"Kalau pendapat saya sederhana, wajib ditunggu seminggu sebelum panen. Jadi dalam satu bulan menggaji orang setengah bulan," tegas Parjito.
Medan,asatupro.comKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp2 Miliar kepada PT Semang
Hukrim
Medan,asatupro.comHarga semen di sejumlah wilayah Sumatera Utara meningkat sekitar 2540 persen dan disertai keterbatasan pasokan pada be
Ekonomi
Jakarta, asatupro.com Penggunaan teknologi mySAP365 yang diusung oleh PT LAT Trisakti semakin lama semakin meluas di kalangan industri pe
Perkebunan
NT Corp Bidik Investasi Energi dan Perkebunan di Dairi, Pemkab Dukung Penuh
Daerah
Sambut HUT RI ke81, GPMI Bersama Polda Sumut Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih untuk Pengguna Jalan
Medan
Pemuda Pancasila Sumut Tanam 2.000 Pohon, Ijeck Dorong Gerakan Peduli Lingkungan hingga Desa
Daerah
Ini Bukan Sekadar Pameran, Tapi Gerak Bersama Memajukan Ekonomi Kerakyatan, Wakil Bupati Dairi Resmi Buka Pesta Rakyat UMKM Dairi 2026
Daerah
DKPP RI Sidang Ketua Bawaslu Labuhanbatu Terkait Dugaan Nikah Siri
Peristiwa
MK Pertegas Penghinaan Presiden dan Wapres Tak Bisa Diproses jika Dilaporkan Keluarga hingga Relawan
Nasional
Medan, asatupro.com Beras dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta minyak goreng merek Minyakita terus disalurkan ol
Medan