Minggu, 31 Mei 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Waspadai Ninja Sawit saat Harga TBS Melejit, Petani Pilih Lakukan Ini

Hendrik Hutabarat - Kamis, 31 Oktober 2024 14:24 WIB
Waspadai Ninja Sawit saat Harga TBS Melejit, Petani Pilih Lakukan Ini
Tangkapan Layar
Berbagai cara dilakukan para petani sawit agar aksi pencurian TBS tidak terjadi, terutama saat harga sedang melejit.

Medan, asatupro.com - Harga pembelian tandan buah segar (TBS) saat ini tengah melejit, baik TBS produksi petani sawit mitra plasma, mitra swadaya, maupun petani swadaya tak bermitra.

Kenaikan harga TBS ini merupakan dampak dari naiknya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), baik di pasar global maupun domestik.

Termasuk di antaranya adalah yang berdasarkan hasil tender harga CPO yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).

Petani sawit bahagia dengan perkembangan yang sangat baik ini. Tetapi di saat yang bersamaan, mereka juga mulai bersikap waspada terhadap kemungkinan aksi pencurian TBS oleh ninja sawit.

Baca Juga:

Ada banyak cara yang dilakukan para petani untuk mengatasi ninja sawit, baik dilakukan secara pribadi maupun berkelompok, atau pun berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH).

"Kemungkinan saya bakal tidur di ladang untuk menjaga agar TBS saya enggak dipanen ninja sawit," ucap Ucok K, seorang petani sawit di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Kepada asatupro.com, Kamis (31/10/2024), petani sawit sadaya asal kota Tebingtinggi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), ini mengaku tidak ingin para ninja sawit mencuri hasil jerih payahnya berkebun sawit selama belasan tahun.

Baca Juga:

Lain lagi dengan Katimin, petani sawit plasma di Kabupaten Siak, Riau, ini mengatakan sudah ada antispasi secara hukum dalam mengatasi ninja sawit.

"Alhamdulilah, di tempat kita sudah ada surat edaran dan tembusannya sampai ke pihak Polres Siak," kata pria asal Pulo Raja, Kabupaten Asahan, Sumut, ini saat ditanya secara terpisah

Surat edaran yang dua maksud adalah surat kesepakatan bersama (SKB) antara berbagai pihak yang mampu membuat para ninja sawit berfikir seribu kali kalau mau mencuri TBS sawit.

"Para ninja sawit jadi berfikir seribu kali kalau mau mencuri TBS kami, dan memang terbukti," kata pengurus DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia cabang Provinsi Riau ini.

"Sudah berpuluh pelaku ninja sawit yang saya dan petani lain tangkap, dan sekarang terlihat hasilnya, sudah banyak ninja sawit yang jera dan gerah," tutur Katimin menambahkan.

Lain lagi dengan Ponirin, seorang guru agama yang juga berprofesi sebagai petani sawit di Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun, Sumut.

Kata anggota perkumpulan petani kelapa sawit berkelanjutan bintang Simalungun (PPKSBBS) ini, ia dan para petani sawit lainnya selalu berkoordinasi ke agen agar tidak menerima TBS hasil jarahan ninja sawit.

"Sebab kami tahu, tanpa agen pengepul, para ninja sawit akan bingung ke mana menjual TBS hasil jarahan dari kebun milik petani," ucap Ponirin.

Di samping itu, mereka juga selalu menjalin kedekatan dengan para pihak yang diduga menjadi ninja sawit agar tidak menjarah kebun sawit mereka.

"Memang sedikit pengaruh positifnya bila berkomunikasi dengan para ninja sawit ini, tapi tetap proses kedekatan itu kami lakukan agar mereka segan mencuri TBS kami," kata Ponirin

"Dan yang terakhir biasa kami lakukan adalah menggelar musyawarah warga bila ada ninja sawit yang tertangkap dan didenda Rp 5 juta bila TBS yang mereka curi setara dengan satu janjang," ungkap Ponirin.

Para petani sawit yang menjadi anggota DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) juga punya solusi lain untuk mengatasi aksi para ninja sawit.

"Putus semua akses dari dan ke kebun sawit, seperti jembatan atau titi panen untuk kebun sawit di dataran rendah," saran Kalim Sanarji, anggota APKASINDO Sumsel

Kalau kebun sawit milik petani berada di dataran agak berbukit, Kalim menyarankan agar dibuat galian sekeliling kebun dalam jumlah yang lebar dan dalam sekitar 2 meter atau lebih.

"Jangan lupa buat pos penjagaan dan dijaga secara patroli atau keliling," tutur Kalim Sanarji lebih lanjut.

Namun apabila para ninja sawit menggunakan senjata api, ia menyarankan agar para petani sawit sebaiknya lari meninggalkan kebun sawit demi keselamatan diri petani.

Namun bagi Parjito, anggota APKASINDO Sumsel lainnya, yang paling penting adalah para petani sawit wajib menunggu kebun sawit masingmasing.

"Kalau pendapat saya sederhana, wajib ditunggu seminggu sebelum panen. Jadi dalam satu bulan menggaji orang setengah bulan," tegas Parjito.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
Wujudkan Visi Bupati TRK, Sekwil APKASINDO Aceh Bantu Pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih
Ini Tekad Kuat Aspek-PIR Indonesia terkait Petani Sawit
Bersama BPDP, Petani Sawit Harus Bisa Kaya dan Sejahtera
Tiga Masalah Menjadi Sorotan Aspek-PIR Sumut dan Mitra dalam Acara Buka Puasa Bersama
Aspek-PIR Indonesia Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Alam di Batang Toru Tapsel
komentar
beritaTerbaru