Bijaksana Memaknai Istilah "LONDO IRENG", Prof. DR. Sutan Nasomal Ajak Publik Tidak Terburu-buru Menyimpulkan
Bijaksana Memaknai Istilah "LONDO IRENG", Prof. DR. Sutan Nasomal Ajak Publik Tidak Terburuburu Menyimpulkan
Peristiwa
"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung pembangunan nasional. Kita ditugaskan untuk membantu Swasembada, termasuk dalam ketahanan pangan, energi terbarukan, serta peningkatan SDM yang profesional. Ini menjadi langkah strategis agar Indonesia siap menghadapi tantangan global kedepannya salah satunya SDM yang profesional, katanya kepada wartawan dalam kegiatan sharing session bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Wamendiksaintek), yang digelar APPERTI bersam APTISI Sumut, di Hotel Santika Dyandra, Medan. Sabtu (1/2/2025).
Ia mengatakan dalam implementasinya, perguruan tinggi harus aktif bekerja sama dengan pemerintah desa, kabupaten, dan kota. Program ini akan mencakup dukungan terhadap produksi beras nasional, pengembangan teknologi energi terbarukan, serta pemberdayaan SDM melalui pendidikan dan pelatihan.
Baca Juga:
Selain itu, isu stunting juga menjadi perhatian utama. "Kita harus memastikan generasi mendatang tumbuh dengan sehat dan memiliki kualitas hidup yang baik. Perguruan tinggi bisa berperan dalam penelitian, edukasi masyarakat, serta pengembangan program yang mendukung kesehatan ibu dan anak," ltambahnya.
Prof Syaiful juga menyoroti pentingnya partisipasi perguruan tinggi swasta dalam program ini. Karenanya saat ini, pihaknya tengah melakukan identifikasi terhadap perguruan tinggi swasta yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi secara aktif.
"Kami akan segera mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang dimiliki perguruan tinggi swasta. Mana saja yang mampu berperan dalam program Swasembada, green energy, serta penanganan stunting akan didorong untuk ikut serta. Perguruan tinggi swasta harus berkontribusi nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Baca Juga:
Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah, diharapkan langkah ini dapat mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan SDM unggul yang siap bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Wamendiksaintek Prof Fauzan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi swasta dalam mendukung sistem pendidikan nasional yang lebih inovatif dan responsif terhadap tantangan zaman. Dalam sebuah pernyataannya, ia menyinggung sejauh mana perhatian pemerintah terhadap dinamika yang terjadi di dunia pendidikan tinggi.
"Seberapa besar sih perhatian pemerintah terhadap pergulangan di suasana?" ujar Wakil Menteri dalam sebuah diskusi, menyoroti perlunya fleksibilitas dan improvisasi dalam menghadapi perubahan.
Perguruan tinggi harus mampu berimprovisasi sendiri dalam menghadapi tantangan. Ia mencontohkan bagaimana pendekatan berbeda diperlukan untuk perguruan tinggi swasta dan negeri, mengingat karakteristik masing-masing yang unik.
Menurut Wamendiksaintek, salah satu kendala utama yang dihadapi perguruan tinggi swasta adalah regulasi yang sering kali membatasi inovasi. "Mengapa membuka program baru harus terkendala sistem yang tidak menyediakan nomenklaturnya? Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti perbedaan mendasar antara perguruan tinggi negeri dan swasta. "Di negeri, pemimpinnya cenderung akademik leader. Sementara di swasta, harus menjadi akademik sekaligus entrepreneurship leader. Ini perbedaan kultur yang harus kita kelola dengan baik," tambahnya.
Sebagai solusi, Wakil Menteri menekankan pentingnya menciptakan program pendidikan yang lebih pasti dan terstruktur. Ia mencontohkan pengalaman di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan program "UMM Pasti", yang memastikan mahasiswa dapat lulus dalam 3,5 hingga 4 tahun.
"Jangan sampai mahasiswa kita terlalu lama menempuh pendidikan. Jika kita bisa memberikan kepastian, masyarakat akan semakin percaya pada kita,"pungkasnya.
Dengan semakin cepatnya perubahan di dunia pendidikan, Wakil Menteri berharap regulasi dapat lebih fleksibel dan mendukung inovasi, sehingga perguruan tinggi swasta mampu bersaing dan memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan bangsa.
Bijaksana Memaknai Istilah "LONDO IRENG", Prof. DR. Sutan Nasomal Ajak Publik Tidak Terburuburu Menyimpulkan
Peristiwa
Diduga Ada Upaya Meredam Pemberitaan Kasus Dana Ketahanan Pangan Desa Pangguruan, Muncul Dugaan Penawaran Uang kepada Sejumlah Media
Daerah
Tapanuli Selatan, Asatupro.com Tanah airku tidak kulupakan bukan sekadar sepenggal lirik dalam lagu nasional ciptaan Ibu Sud. Bagi mas
Daerah
BPBD Kota Medan Hadiri Difabel Great Camp 2026 di Taman Ahmad Yani
Medan
Medan, asatupro.com Kontribusi Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan terhadap dunia industri kelapa sawit, baik di tingkat hulu
Perkebunan
Medan, asatupro.com Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan kembali menorehkan prestasi mumpuni yang kelak berguna bagi industri p
Perkebunan
Kepala BGN Minta Seluruh Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Bung Joe Sidjabat Jangan Hanya Jadi Slogan, Buktikan dengan Tanggung Jawab
Nasional
Jakarta, asatupro.com Pada semester I (Januari Juni) 2026 Subholding PTPN IV PalmCo yang merupakan bagian dari PTPN III, berhasil merau
Perkebunan
Diiringi Dukungan Solid Pengurus Ranting, Guntur Sahputra Resmi Daftar dan Jadi Calon Tunggal Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai
Sosok
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
Hukrim