Bijaksana Memaknai Istilah "LONDO IRENG", Prof. DR. Sutan Nasomal Ajak Publik Tidak Terburu-buru Menyimpulkan
Bijaksana Memaknai Istilah "LONDO IRENG", Prof. DR. Sutan Nasomal Ajak Publik Tidak Terburuburu Menyimpulkan
Peristiwa
Kepala LLDikti Wilayah l Sumut, Prof. Saiful Anwar Matondang, mengatakan ia telah mengidentifikasi sejumlah tantangan yang menjadi fokus perhatian seperti, penurunan jumlah mahasiswa baru, menurunnya publikasi ilmiah dosen, rendahnya hibah Litabmas, minimnya keterlibatan dosen dalam kegiatan sosial, partisipasi mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang kurang dari 50%.
"Aktivitas dosen di luar kampus yang hanya mencapai kurang dari 30% serta keterlibatan fakultas dalam mendukung pemerintah dan UMKM yang masih terbatas. Untuk menjawab tantangan tersebut, strategi yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah, evaluasi kinerja, rancangan kerja berbasis outcomes," kata Prof Saiful Matondang, Minggu (12/1/2025).
Prof Saiful memaparkan identifikasi masalah berupa menyusun peta masalah yang dihadapi institusi dan mencari solusi berbasis data dan analisis mendalam. Kemudian, evaluasi kinerja dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program studi, dekan, dan lembaga/unit riset, inovasi, serta penjamin mutu.
Baca Juga:
"Sedangkan rancangan kerja berbasis outcomes, yakni membuat rencana kerja universitas yang berorientasi pada dampak eksternal, terutama terhadap pemerintah pusat, daerah, UMKM, dan komunitas desa. Implementasi ini akan menjadi tanggung jawab wajib para dekan, kepala program studi, dan dosen," ujarnya.
Maka dari itu, lanjut Prof Saiful, untuk mendukung keberhasilan strategi ini, beberapa taktik telah diidentifikasi yakni pertama kolaborasi hilirisasi riset dengan menggandeng mitra pihak ketiga untuk mempromosikan hasil riset dan inovasi para dosen ke masyarakat luas.
Kedua, Penguatan kepercayaan mealui media. Kampus harus melibatkan perusahaan media dalam membangun kepercayaan terhadap fakultas dan program studi.
Baca Juga:
Ketiga, Analisis dari Guru Besar dan Doktor, di mana mewajibkan para Guru Besar dan Doktor memberikan analisis terhadap isu sosial, ekonomi, politik, dan teknologi melalui media mainstream, podcast, dan media sosial.
Keempat kegiatan seni dan olahraga. Dengan menggelar acara seni dan olahraga setiap bulan November hingga Februari untuk menarik calon mahasiswa baru ke kampus.
"Keberlanjutan PTS tidak hanya bergantung pada kinerja internal, tetapi juga sejauh mana dampak positif yang mampu diberikan kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berinovasi dan berkolaborasi demi mewujudkan pendidikan yang relevan dan berdaya saing," ungkapnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan PTS mampu menjawab tantangan masa kini dan tetap menjadi pusat pendidikan unggulan di tengah perubahan zaman.
Bijaksana Memaknai Istilah "LONDO IRENG", Prof. DR. Sutan Nasomal Ajak Publik Tidak Terburuburu Menyimpulkan
Peristiwa
Diduga Ada Upaya Meredam Pemberitaan Kasus Dana Ketahanan Pangan Desa Pangguruan, Muncul Dugaan Penawaran Uang kepada Sejumlah Media
Daerah
Tapanuli Selatan, Asatupro.com Tanah airku tidak kulupakan bukan sekadar sepenggal lirik dalam lagu nasional ciptaan Ibu Sud. Bagi mas
Daerah
BPBD Kota Medan Hadiri Difabel Great Camp 2026 di Taman Ahmad Yani
Medan
Medan, asatupro.com Kontribusi Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan terhadap dunia industri kelapa sawit, baik di tingkat hulu
Perkebunan
Medan, asatupro.com Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan kembali menorehkan prestasi mumpuni yang kelak berguna bagi industri p
Perkebunan
Kepala BGN Minta Seluruh Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Bung Joe Sidjabat Jangan Hanya Jadi Slogan, Buktikan dengan Tanggung Jawab
Nasional
Jakarta, asatupro.com Pada semester I (Januari Juni) 2026 Subholding PTPN IV PalmCo yang merupakan bagian dari PTPN III, berhasil merau
Perkebunan
Diiringi Dukungan Solid Pengurus Ranting, Guntur Sahputra Resmi Daftar dan Jadi Calon Tunggal Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai
Sosok
Gudang Narkoba Dibongkar, Polisi Buru Otak Jaringan dan Kejar Aset Lewat TPPU
Hukrim