Rabu, 28 Oktober 2026
HUT KE 2 ASATUPRO.COM 2026
HUT TNI KE 81

PB ISMI Bergerak, Perjuangkan Pendidikan dan Pemanfaatan Maritim Indonesia

Jalaluddin Lase - Jumat, 03 Oktober 2025 09:13 WIB
PB ISMI Bergerak, Perjuangkan Pendidikan dan Pemanfaatan Maritim Indonesia
Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) sukses menyelenggarakan Dialog Kebangsaan Seri-2 di Sekretariat PB ISMI Jalan Pepaya Medan.(ist)
Medan,asatupro.com-Dalam rangka peringatan Hari Maritim Sedunia pada 25 September, Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) sukses menyelenggarakan Dialog Kebangsaan Seri-2 pada Rabu (1/10/2025) di Sekretariat PB ISMI Jalan Pepaya Medan.

Forum akademik ini spesifik mengulas tajuk "Budaya Maritim Pantai Timur Sumatera dan Keberlanjutan Laut Selat Malaka," sebuah inisiatif vital yang selaras dengan tagline International Maritime Organization (IMO): " Our Ocean, Our Obligation, Our Opportunity ". Tema global ini, yang menekankan bahwa laut adalah entitas vital yang memerlukan tanggung jawab kolektif dan menawarkan potensi besar, menjadi landasan diskusi para pakar.

Ketua Umum PB. ISMI, Nizhamul, SE., MM., dalam sambutannya menekankan krusialnya menyoroti dampak isu kelautan global terhadap komunitas tradisional di Selat Malaka.

Menurutnya, hal ini adalah bagian dari "Our Obligation" (Kewajiban Kita) untuk meninjau kembali harmoni budaya maritim Melayu dan Islam, serta mendorong pengelolaan laut yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Baca Juga:

Menanggapi seruan tersebut, narasumber utama, Rodhial Huda (Wak Yal), seorang pakar maritim nasional dari Natuna, menyajikan pandangan strategis. Ia memaparkan data bahwa wilayah laut Indonesia mencakup sekitar 71% hingga 75% dari total wilayah negara Indonesia, yang didominasi oleh perairan dan kepulauan, menjadikannya negara maritim dengan potensi kelautan yang sangat besar.

Luas wilayah lautnya berkisar antara 5,8 hingga 6,4 juta kilometer persegi, yang meliputi perairan teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dan perairan pedalaman.Kenyataan ini merupakan kekayaan nasional dan representasi dari "Our Ocean" (Lautan Kita).

Wak Yal berargumen bahwa kekayaan ini harus dimanfaatkan secara maksimal demi kemaslahatan masyarakat (sebagai "Our Opportunity"), namun dengan prasyarat mutlak: tidak merusak ekosistem laut. Diskursus ilmiah mendalam, meliputi interpretasi makna laut bagi masyarakat adat, perspektif Islam, hingga serangkaian rekomendasi kebijakan.

Baca Juga:

Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dana Revitalisasi Rp774 Juta di Silahisabungan Dairi Dipertanyakan, Diduga Rangka Atap Lapuk Dipakai Kembali
Tolak Provokasi Digital! Dewan Pendidikan Deli Serdang Ajak Masyarakat Kedepankan Fakta
Menguji Keberanian DPR: Bola Panas Syarat Pendidikan Wapres Gibran Pasca-Putusan MK
Gula Kelapa Desa Besan Naik Kelas, PKM Kemdiktisaintek Hadirkan Diversifikasi Produk dan Digital Marketing
Penyelidikan Dugaan Korupsi Meubelir Langkat Rp48,4 Miliar Disorot, Kejati Sumut Didesak Tuntaskan Kasus
Tim PKM Universitas Dhyana Pura Tingkatkan Efisiensi Produksi Jamu UMKM Djamoe Ala Mbo Dek dengan Teknologi Tepat Guna
komentar
beritaTerbaru