Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Peristiwa
Kegiatan tersebut diketahui beromzet puluhan bahkan mencapai ratusan juta rupiah bebas beroperasi tak tersentuh hukum, diduga adanya pembiaran oleh aparat kepolisian Polres Tanah Karo, khususnya Polsek Munte.
Meski menjadi sorotan publik sampai dengan pemberitaan di media, namun upaya penindakan hukum dari Polsek setempat tak kunjung ada penindakan sehingga menimbulkan asumsi negatif masyarakat bahwa kegiatan praktik judi di daerah itu diduga sengaja di pelihara karena menjadi ladang pendapatan bagi sejumlah oknum kepolisian.
Baca Juga:
Menurut informasi di lapangan kegiatan judi itu di kuasai oleh dua orang yang namanya sudah terkenal cukup populer yaitu Beron Ginting dan Suka. Keduanya merupakan bandar atau pengelola judi yang punya pengaruh kuat didaerah tersebut.
Tentu dengan pendapatan judi yang cukup fantastis itu, para pelaku bisnis haram tersebut merasa memiliki kekuatan besar, karena uang hasil judi dapat mereka pakai untuk menutup mata dan mulut oknum parat penegak hukum dan pemerintahan setempat, sehibgga bisnisnya berjalan mulus tanpa khawatir harus di tangkap.
"Bukan rahasia umum lagi bang, jika aktivitas judi itu tetap buka maka bandar ataupun pengusaha judi harus siap memberikan kontribusinya kepada oknum aparat penegak hukum maupun pemerintahan setempat. Jumlahnya itu bervariasi, tergantung kesepakatan masing-masing. Biasanya yang kami ketahui setiap Minggu ada setoran wajibnya."Kata salah seorang warga yang namanya tak ingin disebutkan kepada wartawan, Senin, (05/05/2025).
Baca Juga:
Masyarakat berharap, kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara untuk turun ke lapangan melihat langsung arena judi di Sari nembah yang hari ini tetap eksis beroperasi, kebal hukum dan luput dari wilayah hukum Polsek Munte.
Akibat judi, banyak ekonomi masyarakat yang hancur karena menjadi korban. Selain itu masalah lainnya mulai dari hancurnya rumah tangga, keluarga, kriminalitas, hingga rusaknya moral atas pembiaran judi tersebut sangat di khawatirkan terutama para orang tua yang khawatir anaknya terpapar kegiatan judi yang jelas-jelas dilarang oleh agama dan hukum.
"Masyarakat sudah bosan melaporkan nya kepada Polsek Munte. Jika ternyata dalam beberapa hari kedepan tak ada tindakan nyata, maka kami akan mengirimkan surat kepada Bapak Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo dan Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto."Ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Munte, AKP Donal Tambunan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin malam, (05/05/2025) hingga berita ini tayang belum memberikan respon apapun.
Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Peristiwa
Lapas Pasir Pangarayan Sambut Audit Kinerja Inspektorat Jenderal Terkait Penanganan Overcapacity dan Overcrowding
Daerah
Cek Jadwalnya! Penerimaan Bintara PK TNI AD Gelombang I TA 2027 Dibuka, Gratis dan Bisa Daftar Pakai KTP Mana Saja
Nasional
Jakarta,asatupro.comKetua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail, menekankan pentingnya peran pers dalam mencerdaskan ke
Nasional
Ibu Rumah Tangga di Siak Ditemukan Tewas, Anak Kandung yang Merupakan Anggota Polri Diamankan
Hukrim
Operasi Perjudian Tembak Ikan Yepta Diduga Kebal Hukum Nekat Buka Kembali di Samping Sekolah Yapim Situnggaling, Karo!
Hukrim
Lapas Pasir Pangarayan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Daerah
Polres Karo Bungkam Judi Tembak Ikan Diduga Backing Oknum TNI Kian Berani Beroperasi TerangTerangan
Hukrim
AJUDAN Silaturahmi ke Kodim 0201 Medan, Perkuat Sinergi Berantas Judi dan Narkoba
Medan
Tujuh Tahun Beroperasi, SPBU Curang di Sergai Diungkap Polda Sumut Manajer dan Supervisor Ditahan
Hukrim