Kata dia, program
SPHP jagung ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan bahan baku pakan ternak ayam petelur sekaligus menekan gejolak harga jagung di pasaran.
Melalui program ini, sambungnya lagi, diharapkan para peternak ayam petelur dapat memperoleh akses jagung dengan harga yang lebih terjangkau.
"Dengan demikian hal ini dapat menjaga keberlangsungan usaha peternakan serta mendukung stabilitas harga telur ayam di tingkat konsumen," harap Budi Cahyanto.
Terkait harga, Budi Cahyanto menegaskan, pemerintah melalui Bapanas telah menetapkan harga jual jagung dalam program ini sebesar Rp 5.000 per kilogram (Kg) yang transaksinya dilakukan di depan gudang BULOG.
Baca Juga:
"Dengan harga maksimal Rp 5.500 per Kg di tingkat peternak. Penetapan harga ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian harga yang terjangkau bagi peternak sekaligus menjaga distribusi yang efisien," tegas Budi Cahyanto.

Budi menambahkan, BULOG Sumut berkomitmen memastikan seluruh alokasi jagung dapat tersalurkan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar