Karena itu, model pembelajaran yang mempertemukan teori dan praktik menjadi relevan untuk pengembangan sumber daya manusia perkebunan.
Pekebun tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memperoleh kesempatan memahami bagaimana penerapannya.
Kabupaten OKU sendiri diketahui memiliki sekitar 72,9 ribu hektar (Ha) perkebunan kelapa sawit, yang sebagian besar merupakan perkebunan rakyat.
Dengan luasan tersebut, peningkatan kualitas sumber daya manusia memiliki posisi strategis dalam mendukung pengelolaan kebun rakyat.
Baca Juga:
Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) OKU, Ir Hendri Eka Putra SP MSi IPM, mengatakan pelatihan pekebun dari OKU telah dilakukan dalam tiga gelombang dan secara keseluruhan telah diikuti 451 peserta.
"Harapannya dengan dibekali ilmu, budidayanya lebih bagus, penanganan hasilnya lebih bagus, dan yang pasti produktivitasnya meningkat," ujar Hendri.
Pelatihan juga memperlihatkan bahwa proses belajar pekebun tidak selalu berlangsung satu arah.
Baca Juga:
Peserta aktif membawa pengalaman dari kebun masing-masing ke ruang diskusi. Persoalan mengenai bibit abnormal, kondisi tanah, pemupukan, ganoderma, buah kosong hingga praktik pemeliharaan menjadi bagian dari pembahasan.
Interaksi tersebut penting karena persoalan perkebunan sering kali sangat kontekstual.

Kondisi yang dihadapi satu pekebun belum tentu sama dengan pekebun lainnya. Dengan berdiskusi, pengalaman lapangan dapat menjadi bagian dari proses belajar bersama.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Tags
beritaTerkait
komentar