Senin, 12 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Diana Chalil Nilai Korporotisasi Perkuat Posisi Petani Sawit

Hendrik Hutabarat - Selasa, 15 September 2026 12:16 WIB
Diana Chalil Nilai Korporotisasi Perkuat Posisi Petani Sawit
Dok. pribadi
Korporatisasi dinilai mampu memperkuat posisi petani kelapa sawit. Demikian dikatakan Diana Chalil selaku Guru Besar UDU dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan bersama Rumah Sawit Indonesia (RSI), Selasa (15/9/2026).
Medan, asatupro.com - Guru Besar Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Diana Chalil, menilai proses korporotisasi berpotensi memperkuat posisi petani kelapa sawit.

"Korporatisasi perkebunan rakyat menjadi langkah krusial dalam memperkuat posisi tawar petani kelapa sawit swadaya di tengah makin mengecilnya skala kepemilikan lahan nasional," kata Diana Chalil, Selasa (15/9/2026).

Diana menyampaikan hal itu dalam Diskusi Uji Publik bertajuk "Kemitraan Petani-Perusahaan Dalam Membangun Petani Yang Handal dan Kompetitif, Melalui Intensifikasi Lahan dan Industrialisasi".

Agenda ini diselenggarakan di Gedung Pusat Pembelajaran (Learning Center) di kompleks Kampus USU di Padang Bulan, Medan, oleh Rumah Sawit Indonesia (RSI) yang dipimpin Kacuk Sumarto.

Baca Juga:

Kata Diana Chalil, melalui tata kelola kelembagaan yang terintegrasi, petani swadaya berpeluang besar untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar ekspor global.

Dalam paparannya bertajuk "Korporatisasi & Kemitraan Sebagai Alternatif Peningkatan Posisi Perkebunan Rakyat dalam Rantai Pasok", Prof. Diana menyoroti tantangan struktur kepemilikan lahan di Indonesia.

Berdasarkan data nasional, sebanyak 17,25 juta atau 61,3% rumah tangga usaha pertanian mengelola lahan kurang dari 0,5 hektar—angka ini melonjak 21,03% dibandingkan tahun 2013.

Baca Juga:

Tantangan tersebut kian memprihatinkan lantaran jumlah petani sangat gurem dengan kepemilikan lahan di bawah 0,1 hektar melonjak hingga 70%, yakni mencapai 7,39 juta orang.

"Fragmentasi lahan yang tinggi ini membatasi efisiensi operasional dan memperlemah bargaining position petani saat berhadapan dengan rantai pasok industri," kata Prof Diana.

Guna mengatasi persoalan efisiensi akibat minimnya kepemilikan lahan, Prof. Diana menawarkan konsep korporatisasi petani yang dibangun di atas enam pilar utama.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
SDM Seratusan Petani Sawit Jambi Diperkuat BPDP,  Ditjen  Perkebunan, dan IPB Training
KPK Kembali Tetapkan 8 Tersangka, Sutrisno Pangaribuan: Siapa “Sutradara” di Balik Kasus Jalan BBPJN Sumut?
Teori Dapat, Praktik Oke! Bahagianya Petani Sawit OKU Dapat Pelatihan Program BPDP, Ditjenbun, dan IPB Training
Ketimpangan Harga TBS di Pessel Sumbar Dipantau KPPU
Posisi Petani Sawit Lemah dan Sulit Bermitra, RSI Dorong USU Lakukan Ini
Kemitraan Perusahaan dan Petani Sawit Didukung RSI - USU
komentar
beritaTerbaru