Materi itu kemudian dibawa ke situasi yang lebih konkret melalui kegiatan praktik.
Di lapangan, peserta mempraktikkan sejumlah pekerjaan, antara lain penggunaan egrek, kastrasi, pengelolaan piringan serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian.
Peserta juga memperoleh pengalaman melihat secara langsung bagaimana kegiatan budidaya dilakukan pada areal perkebunan.
Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menguji pemahaman yang diperoleh sebelumnya.
Baca Juga:
Hal yang dibahas secara konseptual di ruang kelas dapat langsung dibandingkan dengan kondisi tanaman dan lingkungan kebun.
Bagi pekebun, pengalaman tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi terhadap praktik yang selama ini dilakukan di kebun masing-masing.
Misalnya, pada materi pemupukan, peserta tidak hanya membahas jenis dan fungsi unsur hara, tetapi juga prinsip ketepatan aplikasi.
Baca Juga:
Pada materi pengendalian gulma, peserta mempelajari kondisi piringan dan gawangan serta penggunaan alat yang sesuai.
Demikian pula dalam pengendalian hama dan penyakit, peserta diajak memahami pentingnya pengamatan dan deteksi awal sebelum menentukan tindakan.

M Sigit Susanto menekankan bahwa budidaya kelapa sawit perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan tanam hingga pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit serta panen.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Tags
beritaTerkait
komentar