Senin, 12 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Respons Aspirasi DPRD, Wabup Dairi Wahyu Daniel Sagala Kumpulkan Seluruh Penyuluh Pertanian Se-Kabupaten Dairi

Marolop Bintang - Selasa, 29 September 2026 17:17 WIB
Respons Aspirasi DPRD, Wabup Dairi Wahyu Daniel Sagala Kumpulkan Seluruh Penyuluh Pertanian Se-Kabupaten Dairi
Koordinasi (Rakor) dan Sinergitas Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Dairi yang digelar di Aula Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan

Dairi,asatupro.com—Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinergitas Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Dairi yang digelar di Aula Dinas PertanianKetahanan Pangan dan Perikanan, Selasa (29/09/2026).

Rakor ini menjadi jawaban dan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Dairi dalam membangun ketahanan pangan, pasca adanya aspirasi masyarakat melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dairi yang menyoroti kurang optimalnya pendampingan dan penyuluhan kepada petani di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumut Dr. Khadijah El Ramija Lubis, S.Pi, MP, Sekretaris Daerah Surung Charles L. Bantjin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Junihardi Siregar, Kepala Dinas PertanianKetahanan Pangan dan Perikanan Kesti Rusda Angkat, para penyuluh dan tim verpal.

Dalam sambutannya, Wabup Wahyu Sagala menegaskan bahwa kehadiran seluruh penyuluh pada kesempatan tersebut merupakan wujud komitmen nyata dan semangat kebersamaan dalam membangun ketahanan pangan serta pengelolaan pangan di Kabupaten Dairi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) penyuluh pertanian kepada masyarakat.

Baca Juga:

"Kehadiran kita pada kesempatan ini merupakan wujud komitmen nyata dan semangat kebersamaan dalam membangun ketahanan pangan serta pengelolaan pangan di Kabupaten Dairi sesuai tupoksi, penyuluh pertanian kepada masyarakat," kata Wabup Wahyu Sagala sebelum membuka rakor tersebut.

Ia menyampaikan tiga arahan penting yang harus menjadi perhatian bersama.

Pertama, penguatan peran penyuluh pertanian yang sejak 01 Januari 2026 secara resmi ditarik ke Kementerian Pertanian berdasarkan Inpres No. 3 Tahun 2026. Di era modern ini, penyuluh dituntut menjadi agen transformasi dan inovasi pertanian.

Baca Juga:

Wahyu menekankan, penyuluh harus bersinergi dalam hal keakuratan data yang terintegrasi. Data yang akurat di lapangan harus menjadi dasar utama dalam menentukan kebijakan program pertanian, bantuan, hingga peningkatan produksi.

"Penyuluh harus menjadi agent of change, yaitu agen perubahan yang menguasai teknologi modern, mekanisasi pertanian, pemanfaatan data, hingga digitalisasi pertanian," tegasnya.

Isu kedua yang menjadi sorotan tajam adalah pupuk subsidi. Wakil Bupati memastikan bahwa penyusunan kebutuhan dan penyalurannya benar-benar berdasarkan data serta kebutuhan riil petani di lapangan.

Ia tidak ingin ada ketimpangan distribusi di beberapa wilayah. Pupuk harus merata dan tersalurkan tepat waktu.

Wabup berharap dalam pendistribusian pupuk bersubsidi, seluruh penyuluh pertanian dan pihak terkait untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan yang intensif.

"Kepentingan utama kita adalah memastikan petani mendapatkan pupuk bersubsidi dan sarana pertanian lainnya sesuai yang dibutuhkan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku," ucapnya.

Hal ketiga adalah memperkuat kolaborasi dengan penyuluh pertanian dan lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Dairi berkomitmen untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi untuk mendukung program strategis Nasional untuk peningkatan swasembada pangan.

Para penyuluh pertanian diharapkan berada di barisan paling depan untuk mengawal pembangunan sektor pangan, sehingga pengelolaan lahan produktif dapat berjalan optimal dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Menurut Wahyu, koordinasi, kolaborasi dan sinergi lintas sektor merupakan kunci agar setiap program dapat berjalan secara efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Wahyu memberikan penekanan keras agar rakor ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata.

"Saya sangat berharap agar rakor tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Rakor ini harus mampu menghasilkan rencana aksi yang konkret, terukur, dan operasional serta dapat dilaksanakan di lapangan! Mari kita samakan langkah, rapatkan barisan, dan perkuat koordinasi dan sinergitas. Mari kita buktikan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan," tutupnya dengan semangat.

Rakor kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemaparan materi terkait modernisasi pertanian oleh narasumber dari BRMP Sumut.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pastikan Setiap Rupiah Berdampak, Pemkab Dairi Matangkan APBD 2027
Blusukan ke Pasar Sidikalang, Bupati Vickner Ajak Warga Cintai Pasar Tradisional dan Benahi Pasar Bersama
Pangkat Bertambah, Tanggung Jawab Menguat! Wabup Dairi Hadiri Korps Raport Kenaikan Pangkat Yonif TP 908/PERTAKI
Paripurna Istimewa HUT ke-79 Dairi: Bupati Vickner Paparkan Capaian dan Harapan Dairi Maju, Sejahtera dan Bermartabat
Resepsi HUT ke-79 Dairi: Capaian Kepemimpinan Vickner - Wahyu Dipaparkan, Ajak Pemuda Jadi Penggerak Pembangunan
Hari Jadi ke-79 Dairi, Wabup Wahyu Daniel Sagala Ajak Warga Bangkit Bersama Wujudkan Dairi Semakin Tangguh
komentar
beritaTerbaru