Palembang, asatupro.com - Betapa berbahagianya 176 petani kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan (
Sumsel), berada di kota Palembang selama 5 hari terakhir.
Mulai 29 September–4 Oktober 2026, seratusan petani sawit itu mendapatkan sesuatu yang berharga dari IPB Training, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Direktorat Jenderal' Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan).
Mereka yang merupakan Angkatan XXX hingga XXXV mendapatkan pembekalan berupa teori di dalam ruangan dan praktek di lapangan tentang praktek perkebunan kelapa sawit yang baik atau good agriculture practice (GAP) dari para pelatih atau trainer dari IPB Training.
Direktur IPB Training, Muhammad Sigit Susanto MM CPC, dalam keterangan resmi yang diterima para wartawan, Minggu (4/10/2026), mengatakan bahwa bagi para pekebun, memahami teori budidaya belum tentu cukup untuk menjawab beragam persoalan yang muncul di kebun sawit.
Baca Juga:
Kata Sigit, perbedaan kondisi lahan, tanaman, alat hingga pola pengelolaan membuat pengetahuan teknis perlu diterjemahkan melalui praktik agar benar-benar dapat digunakan di lapangan.
"Pendekatan inilah yang kami terapkan dalam kegiatan bertajuk "Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit" tersebut," sambung M. Sigit Susanto
Dia bilang, program itu tidak hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas, melainkan juga melalui diskusi, simulasi, praktik teknis dan kunjungan lapang ke sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit bernama PT Duta Reka Mandiri.
Baca Juga:
Menurutnya, pola pembelajaran ini penting karena sebagian besar pekerjaan budidaya kelapa sawit membutuhkan keterampilan teknis.
Dirinya menilai mengetahui teori mengenai pemeliharaan tanaman, misalnya, berbeda dengan mampu menentukan bagian tanaman yang harus dipelihara dan bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan dengan alat yang tepat.

Perlu diketahui bahwa dalam rangkaian pelatihan, peserta mendapatkan pembahasan mengenai berbagai tahapan budidaya, mulai dari regulasi dan bahan tanam hingga pemeliharaan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman dan panen.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Tags
beritaTerkait
komentar