Jumat, 11 September 2026
HUT INDONESIA KE 81

Banyak Perusahaan Sawit di Sumut Takut Gelar IPO, Ini Penyebabnya!

Hendrik Hutabarat - Jumat, 11 September 2026 15:57 WIB
Banyak Perusahaan Sawit di Sumut Takut Gelar IPO, Ini Penyebabnya!
Dok. pribadi
Kepala PT BEI Perwakilan Medan, Muhammad Pintor Nasution, mengungkapkan banyaknya perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumut yang enggan menggelar IPO.

"Nah, kami itu melihat perusahaan - perusahaan sawit di Sumut banyak yang takut bersikap transparan. Padahal harus bisa dibedakan antara bersikap transparan dengan ditelanjangi atau dikuliti perusahaannya," sambung Pintor kembali.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit asal Sumut yang enggan melakukan IPO, kata dia lagi, tidak hanya yang berkaliber raksasa, melainkan juga yang masuk dalam kelas di bawahnya.

"Untuk yang berkaliber raksasa, ada itu perusahaan sawit yang dari dulu memang semacam sudah dikunci pemiliknya untuk tidak usah IPO," ucap Pintor Nasution lalu memberikan sejumlah contoh.

Padahal dengan ikut IPO, perusahaan sawit akan mendapatkan dana segar dari para investor saham dan dana itu kemudian dapat dipergunakan untuk pengembangan usaha.

Baca Juga:

Situasi itu umumnya terlihat pada perusahaan sawit yang bermain di sektor hulu atau perkebunan, namun berbeda halnya di sektor hilir yang merupakan perusahaan pengolahan kelapa sawit.




"Kalau perusahaan sawit ikut IPO, biasanya mereka pakai dana segar dari publik atau investor saham untuk pengembangan usaha, terutama di hilir seperti untuk pembangunan refineri, dan lainnya," ujarnya.

Baca Juga:
Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Standar Keberlanjutan Jadi Fondasi Bisnis bagi PalmCo
Ratusan Unit Kebun dan PKS PalmCo Raih Sertifikasi ISO
PalmCo Tanam Kedelai 1.000 Ha Demi Bantu Pemerintah Tekan Impor
Disaksikan Menko Perekonomian, ITSI Medan dan BPDP Tandatangani Kuota Beasiswa Sawit
Teknologi Sore Trap Diperkenalkan ke Petani Sawit di Sipispis
Program TJSL PalmCo Sebesar Rp 17,1 M Sasar Perbaikan Beragam Sektor
komentar
beritaTerbaru