Jumat, 02 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Teknologi Sore Trap Diperkenalkan ke Petani Sawit di Sipispis

Hendrik Hutabarat - Selasa, 18 Agustus 2026 11:13 WIB
Teknologi Sore Trap Diperkenalkan ke Petani Sawit di Sipispis
Dok. ITSI Medan
Para petani sawit yang tergabung dalam Perkumpulan Pekebun Tunas Sawita (PPTS), Desa Serbananti, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mendapatkan pengenalan dan penggunaan Spore Trap.
Tebingtinggi , asatupro.com - Para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Pekebun Tunas Sawita (PPTS), Desa Serbananti, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mendapatkan pengenalan dan penggunaan Spore Trap.

Ini merupakan sebuah teknologi yang bisa mendeteksi secara dini penyakit yang kemungkinan muncul di perkebunan kelapa sawit, seperti Ganoderma maupun kumbang tanduk.

Pengenalan teknologi Sore Trap itu, seperti keterangan resmi yang diterima media, Selasa (18/8/2026), disampaikan oleh sejumlah dosen dari kampus Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) dan Universitas Potensi Utama (UPU) dari kota Medan.

Mereka tergabung dalam sebuah tim pelaksana yang terdiri dari Guntoro SP MP sebagai ketua dan Nurliana SP MP. sebagai anggota (ITSI) dan Helmi Kurniawan ST MT yang merupakan dosen dari UPU.

Baca Juga:

Penciptaan teknologi Spore Trap itu didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Pendanaan 2026.

Ini merupakan dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan pemberdayaan masyarakat melalui perguruan tinggi yang terus diwujudkan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat.

Melalui skema itu tim pengabdian melaksanakan program berjudul "Pemberdayaan Pekebun Kelapa Sawit melalui Pemanfaatan Teknologi Spore Trap sebagai Sistem Deteksi Dini Penyakit Karat Daun Berbasis Mikroklimat".

Baca Juga:

Kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi perkebunan, permasalahan yang dihadapi pekebun.

Serta pemahaman masyarakat terhadap penyakit tanaman dan faktor lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan penyakit.




Survei menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena teknologi yang diperkenalkan diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan pekebun di lapangan.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Upaya "Cerai" PT PSU vs Petani Sawit Madina Bikin Bingung KPPU
Ketimpangan Harga TBS di Pessel Sumbar Dipantau KPPU
PalmCo Manfaatkan Fasilitas Layanan Ekspor dari InaExport Kemendag
IPAL PKS Air Batu PTPN IV Regional 2 Beroperasi Normal
Masyarakat Percaya terhadap ITSI Medan, Ini Indikasinya
Belasan Juta Hektar Kebun Sawit Butuh SDM Unggul, ITSI Siap Berperan
komentar
beritaTerbaru