Senin, 12 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Banyak Perusahaan Sawit di Sumut Takut Gelar IPO, Ini Penyebabnya!

Hendrik Hutabarat - Jumat, 11 September 2026 15:57 WIB
Banyak Perusahaan Sawit di Sumut Takut Gelar IPO, Ini Penyebabnya!
Dok. pribadi
Kepala PT BEI Perwakilan Medan, Muhammad Pintor Nasution, mengungkapkan banyaknya perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumut yang enggan menggelar IPO.
Medan, asatupro.com - Provinsi Sumatra Utara (Sumut) adalah pelopor sekaligus industrialisasi perkebunan kelapa sawit sejak era kolonialisme Belanda dan kini menjadi sentra perkebunan sawit terbesar di Indonesia.

Banyak perusahaan kelapa sawit yang berkantor di Medan, ibukota Provinsi Sumut, dan memiliki perkebunan di berbagai provinsi di pulau Sumatera dan pulau lainnya di Indonesia.

"Tetapi dari sekian banyak perusahaan sawit di Sumut itu, baru beberapa saja yang mau dan berani melakukan IPO," kata Muhammad Pintor Nasution selaku Kepala PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Medan, Kamis (10/9/2026) pagi.

Fakta tersebut dilontarkan Pintor Nasution dalam acara "Sarapan Bersama Wartawan" di Warung Kopi Wak Nur, Jl. Uskup Agung, Medan.

Baca Juga:

Sebagai informasi, IPO adalah Initial Public Offering atau Penawaran Saham Perdana, dan kegiatan ini dilakukan oleh PT BEI sebagai pengelola pasar modal Indonesia terhadap perusahaan yang dianggap memenuhi syarat untuk menggelar IPO.




Syarat untuk bisa menggelar IPO, ungkap Pintor Nasution, adalah harus ada transparansi di berbagai aspek, baik finansial atau pun lainnya, dari pihak perusahaan kepada BEI sebagai salah satu regulator bursa saham.

Baca Juga:
Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Upaya "Cerai" PT PSU vs Petani Sawit Madina Bikin Bingung KPPU
Ketimpangan Harga TBS di Pessel Sumbar Dipantau KPPU
PalmCo Manfaatkan Fasilitas Layanan Ekspor dari InaExport Kemendag
IPAL PKS Air Batu PTPN IV Regional 2 Beroperasi Normal
Masyarakat Percaya terhadap ITSI Medan, Ini Indikasinya
Belasan Juta Hektar Kebun Sawit Butuh SDM Unggul, ITSI Siap Berperan
komentar
beritaTerbaru