Dalam kegiatan penyuluhan, pekebun juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan kondisi mikroklimat.
Seperti suhu, kelembapan, curah hujan, dan kondisi lingkungan lainnya yang berkaitan dengan perkembangan penyakit.
"Spore trap tidak berdiri sendiri. Informasi mengenai spora akan lebih bermakna apabila dikaitkan dengan kondisi mikroklimat," kata dia.
"Karena itu, pekebun perlu memahami hubungan antara kondisi lingkungan dengan perkembangan penyakit tanaman," lanjut Guntoro.
Baca Juga:
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan pekebun dalam melakukan pengamatan secara mandiri, tim PKM juga melakukan penyerahan peralatan berupa spore trap dan mikroskop kepada PPTS.
Penyerahan peralatan itu menjadi salah satu bagian penting dalam program karena teknologi yang diperkenalkan tidak hanya diberikan dalam bentuk pengetahuan.
"Tetapi juga didukung dengan sarana yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok pekebun dalam kegiatan pemantauan di lapangan," ujar Guntoro.
Spore Trap digunakan sebagai perangkat untuk membantu menangkap dan memantau keberadaan spora.
Baca Juga:
Sedangkan mikroskop digunakan sebagai sarana pendukung untuk melakukan pengamatan terhadap hasil tangkapan spora.

Dengan adanya kedua peralatan tersebut, kelompok pekebun diharapkan memiliki sarana awal untuk membangun kegiatan pengamatan penyakit yang lebih sistematis.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Tags
beritaTerkait
komentar