Senin, 12 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

KADIN Sumut: Hilirisasi dan Investasi Jadi Kunci Percepatan Ekonomi 2027

Hendrik Hutabarat - Jumat, 25 September 2026 16:14 WIB
KADIN Sumut: Hilirisasi dan Investasi Jadi Kunci Percepatan Ekonomi 2027
Dok. Kadin Sumut
Ketua Umum KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara, menyampaikan sejumlah pesan agar proses pembangunan di Sumut bisa merata dan maju.
Medan, asatupro.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara (Sumut) mendorong percepatan hilirisasi komoditas dan peningkatan investasi sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada 2027.

Ketua Umum KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara, mengatakan Sumut memiliki modal ekonomi yang besar, mulai dari perkebunan sawit, karet, kopi dan hortikultura hingga kawasan industri, pelabuhan, bandara, jaringan jalan tol dan destinasi pariwisata.

Namun, menurut Dida, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi nilai tambah dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Sumut.

Hal itu disampaikan Dida dalam sambutannya saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Sumut 2026 di Adimulia Hotel Medan, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga:

"Rapimprov bukan sekadar agenda organisasi. Ini adalah forum untuk menyatukan langkah dunia usaha dari 33 kabupaten dan kota, agar kita tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi penggeraknya," kata Dida.

Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata
Dida menyebut pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada Triwulan II 2026 mencapai sekitar 5,06 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,98 persen.

Meski mengalami peningkatan, ia menilai pertumbuhan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam penyerapan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan antardaerah.

Baca Juga:

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masih terkonsentrasi di kawasan Mebidangro dan Pantai Timur. Sementara itu, sejumlah wilayah Pantai Barat, Tapanuli dan Kepulauan Nias masih menghadapi persoalan infrastruktur, konektivitas dan akses pasar.

Persoalan lain yang disoroti adalah ketergantungan sejumlah daerah terhadap komoditas mentah.




Ketika harga sawit dan karet mengalami tekanan, kata Dida, dampaknya dapat langsung dirasakan terhadap daya beli masyarakat.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Buat Rumit Pelapor, Pelapor Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kasat Reskrim Polrestabes Medan
Judi Tembak Ikan Marak di Kecamatan Merek, Nama “Lundu” Disebut Warga, Polres Tanah Karo Didesak Bertindak!
GEBRAKAN BESAR DI JERMAL! Polda Sumut, TNI, dan BNN Turun Bersama, Lima Orang Diamankan
GEMPAR! Warga Pematangsiantar Klaim Dimintai Ratusan Juta Terkait Kasus TPPO, Kapolda Sumut Ditantang Bongkar Dugaan 'Pengkondisian Perkara'
Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Kinerja Positif hingga Agustus 2026
KPK Kembali Tetapkan 8 Tersangka, Sutrisno Pangaribuan: Siapa “Sutradara” di Balik Kasus Jalan BBPJN Sumut?
komentar
beritaTerbaru