Rabu, 01 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Didukung BPDP dan Ditjenbun, PT CWE Tingkatkan SDM Petani Sawit Pasangkayu

Hendrik Hutabarat - Selasa, 30 Juni 2026 15:11 WIB
Didukung BPDP dan Ditjenbun, PT CWE Tingkatkan SDM Petani Sawit Pasangkayu
Dok. PT CWE
Sebanyak 127 petani sawit dari Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, mengikuti pelatihan peningkatan SDM yang digelar oleh PT CWE dan didukung penuh oleh BPDP dan Ditjenbun, kemarin.
Palu, asatupro.com - Sebanyak 127 petani sawit swadaya dari Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mengikuti pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) 2026 di Hotel Aston Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pelatihan tersebut, berdasarkan keterangan resmi yang diterima media, Selasa (30/6/2026), diadakan pada hari Senin (22/6/2026) lalu oleh PT Citra Widya Education (CWE).

Pelatihan tersebut juga didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan).

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Direktur PT CWEStefanus Nugroho Kristono, pejabat dari Kabupaten Pasangkayu seperti Sekretaris Daerah M. Zain Machmud SSos MSi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Dr H Abidin SPd MSi.

Baca Juga:

Hadir juga secara daring perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementan Mula Putera SE MSc daring melalui aplikasi zoom meeting.

Dalam sambutannya, Stefanus Nugroho Kristono, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas SDM di sektor perkebunan kelapa sawit, khususnya bagi para petani sebagai ujung tombak pembangunan perkebunan nasional.

Ia menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian atau profesionalisme petani sawit dalam mengelola kebun agar semakin memenuhi prinsip tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan.

Baca Juga:

Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, seluruh narasumber yang dihadirkan merupakan praktisi berpengalaman yang memiliki kompetensi dan pengalaman memadai di bidangnya.

Abidin selaku Kadisbunnak Pasangkayu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BPDP dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pengembangan SDM perkebunan tersebut.


"Atas nama Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pelatihan ini," kata Abidin.


"Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit," ujarnya lagi.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan yang diikuti oleh 127 peserta ini membahas dua topik utama, yaitu teknis budidaya kelapa sawit serta panen dan pascapanen Kelapa Sawit.

Kata dia, kedua materi itu dinilai sangat penting untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola perkebunan mulai dari proses budidaya hingga penanganan hasil panen secara optimal.

Sementara itu, Mula Putera bilang, peningkatan kompetensi SDM merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam mendorong produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional.

Menurutnya, dari total 127 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 59 peserta mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit, sedangkan 68 peserta mengikuti Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pekebun dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan perkebunan.

"Indonesia masih menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia. Namun demikian, produktivitas perkebunan rakyat masih berada pada kisaran 3,3 ton per hektare per tahun," ucap Mila Putra.

"Sementara potensinya dapat mencapai 5 hingga 6 ton per hektare per tahun. Salah satu faktor yang perlu terus diperkuat adalah kualitas sumber daya manusia," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai tantangan seperti pemeliharaan tanaman yang belum optimal, pengendalian organisme pengganggu tanaman, keterbatasan permodalan.


Hingga, kata dia lagi, pengelolaan rantai pasok perlu dijawab melalui peningkatan kapasitas SDM, baik melalui pengembangan hard skill maupun soft skill yang berkelanjutan.


Dalam kesempatan itu, Kementerian Pertanian juga menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, kepada para instruktur agar memberikan ilmu dan pengalaman terbaik kepada peserta serta melakukan pendampingan pascapelatihan.

Kedua, kepada peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan membagikan ilmu yang diperoleh kepada petani lainnya.

Ketiga, kepada pemerintah daerah agar melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan ilmu yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan di lapangan.

Mewakili Bupati Pasangkayu, Sekretaris Daerah Muhammad Muh. Zain Machmud sekaligus membuka kegiatan pelatihan secara resmi.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kabupaten Pasangkayu merupakan salah satu daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Sulawesi Barat sehingga peningkatan kapasitas petani menjadi kebutuhan yang sangat penting.

"Saya berharap pelatihan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan hendaknya dapat dikolaborasikan dengan pengalaman yang telah dimiliki," kata Sekda

Dengan demikian, tambah Sekda, petani sawit mampu meningkatkan kualitas budidaya, panen, dan pascapanen kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu.

Sekda juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasangkayu untuk terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap peserta setelah pelatihan selesai dilaksanakan, sebagaimana harapan yang disampaikan oleh pemerintah pusat.

Melalui Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.


Sehingga, beber Sekda, hal ini dapat mendukung peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha perkebunan, serta kesejahteraan petani di Kabupaten Pasangkayu.


"Pemerintah Kabupaten Pasangkayu juga menargetkan daerah ini dapat menjadi salah satu wilayah percontohan penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di tingkat nasional," tegas Sekda Pasangkayu.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
Wujudkan Visi Bupati TRK, Sekwil APKASINDO Aceh Bantu Pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih
Ini Tekad Kuat Aspek-PIR Indonesia terkait Petani Sawit
Bersama BPDP, Petani Sawit Harus Bisa Kaya dan Sejahtera
Berkat BPDP, PTPN 3, dan Dirjenbun, Petani Sawit Aspek-PIR Sumut Bisa Ikut PSR
Tiga Masalah Menjadi Sorotan Aspek-PIR Sumut dan Mitra dalam Acara Buka Puasa Bersama
komentar
beritaTerbaru