Dalam kesempatan itu, Kementerian Pertanian juga menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, kepada para instruktur agar memberikan ilmu dan pengalaman terbaik kepada peserta serta melakukan pendampingan pascapelatihan.
Kedua, kepada peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan membagikan ilmu yang diperoleh kepada petani lainnya.
Ketiga, kepada pemerintah daerah agar melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan ilmu yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan di lapangan.
Mewakili Bupati Pasangkayu, Sekretaris Daerah Muhammad Muh. Zain Machmud sekaligus membuka kegiatan pelatihan secara resmi.
Baca Juga:
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kabupaten Pasangkayu merupakan salah satu daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Sulawesi Barat sehingga peningkatan kapasitas petani menjadi kebutuhan yang sangat penting.
"Saya berharap pelatihan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan hendaknya dapat dikolaborasikan dengan pengalaman yang telah dimiliki," kata Sekda
Dengan demikian, tambah Sekda, petani sawit mampu meningkatkan kualitas budidaya, panen, dan pascapanen kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu.
Baca Juga:
Sekda juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasangkayu untuk terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap peserta setelah pelatihan selesai dilaksanakan, sebagaimana harapan yang disampaikan oleh pemerintah pusat.
Melalui Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Sehingga, beber Sekda, hal ini dapat mendukung peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha perkebunan, serta kesejahteraan petani di
Kabupaten Pasangkayu.
Tags
beritaTerkait
komentar