Kamis, 06 Agustus 2026

Kebun Sawit Dijarah, Ekonomi Ribuan Karyawan PTPN Cot Girek Jadi Tertekan

Hendrik Hutabarat - Kamis, 18 Juni 2026 13:24 WIB
Kebun Sawit Dijarah, Ekonomi Ribuan Karyawan  PTPN Cot Girek Jadi Tertekan
Dok. PalmCo
Perkebunan kelapa sawit milik PalmCo di Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terus diokupasi dan dijarah, sehingga menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Lhoksukon, asatupro.com - Ribuan orang pekerja dan keluarganya di salah satu perkebunan kelapa sawit milik badan usaha milik negara (BUMN) di Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, kini harus menghadapi tekanan ekonomi yang tidak ringan.

Lebih dari 6 bulan terakhir, seperti rilis resmi yang diterima media, Kamis (18/6/2026), pendapatan mereka berkurang drastis akibat okupasi dan penjarahan. Tidak hanya itu, kebun negara tersebut juga merugi hingga miliaran.

Adalah Kebun Cot Girek PTPN IV Regional 6, yang kerap di okupasi paksa dan dijarah oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai warga setempat. Kegiatan ini muncul akibat kebun negara tersebut akan segera berakhir masa HGU.

Penjarahan disertai kekerasan yang telah berlangsung sejak September 2025 tersebut memberikan dampak langsung kepada pendapatan 2.400 orang pekerja berserta keluarganya yang selama ini menggantungkan hidup disana.

Baca Juga:

Penjarahan Tandan Buah Segar itu tidak hanya menghilangkan hasil panen kebun, tetapi juga secara langsung mempengaruhi pendapatan mereka yang menggantungkan penghasilan pada produksinya.

Rusli Cut Ali, salah seorang pekerja kebun mengaku kepada awak media bahwa kondisi tersebut telah memberikan dampak yang sangat berat bagi keluarganya.

"Dulu insentif panen, yang kami sebut premi, menjadi harapan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Nilainya Rp 2-5 juta perbulan. Sekarang sudah dari akhir tahun lalu kami tidak mendapatkannya," ungkap Rusli.



Baca Juga:
Menurutnya hal ini sangat mengganggu. "Sedangkan anak-anak tetap harus sekolah, periuk nasi harus diisi, sementara penghasilan yang biasa kami andalkan sudah tidak ada lagi. Kami hanya berharap penjarahan ini segera berakhir agar kehidupan kami bisa kembali normal," pintanya.

Sumber
: Rilis
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Untuk Kesekian Kali Sawit Kuatkan NTP Petani Sumut
Mahasiswa CWE Peraih Beasiswa Sawit BPDP Jalani Magang mySAP365 AIX 2026
Kabar Baik Bagi Pelaku Sawit, Kini Ada Prototipe Teknologi Helm Pintar Berbasis IoT Karya Mahasiswa ITSI Medan
Mahasiswa ITSI Medan Ciptakan Prototipe Teknologi Pencegah Kebocoran CPO
Ditopang CPO, PalmCo Raup Cuan Lebih Rp 3 Triliun pada Semester I 2026
Harga CPO Naik Harga TBS Melorot, 10 Utusan PKS di Sumut "Disetrap" Pemerintah
komentar
beritaTerbaru