Senin, 21 September 2026
HUT INDONESIA KE 81

Proyek Tanpa Rambu mengancam Keselamatan Pengguna Jalan, Ibu dan 2 Balita jadi Korban Proyek di Parbuluan

Tumpal Purba - Kamis, 30 Juli 2026 13:13 WIB
Proyek Tanpa Rambu mengancam Keselamatan Pengguna Jalan, Ibu dan 2 Balita jadi Korban Proyek di Parbuluan
Laka Tunggal akibat galian jalan di jalan Lintas Sidikalang-Doloksanggul desa Sigalingging, kecamatan Parbuluan kabupaten Dairi, Sumatra utara

Dairi,asatupro.com-Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Lintas Sidikalang–Doloksanggul. Kali ini korbannya seorang ibu bersama dua anak balitanya. Peristiwa itu terjadi di Desa Sigalingging, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Kamis (30/7/2026).

Korban mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 5068 ZC dari arah Sidikalang menuju Doloksanggul. Sesampainya di titik proyek perawatan badan jalan, motor yang dikendarainya tiba-tiba terperosok ke dalam lubang galian yang berada di badan jalan.

Kerasnya benturan membuat satu dari dua balita yang dibonceng mengalami luka di bagian kepala akibat terbentur aspal. Kakinya juga tertimpa badan motor. Sementara sang ibu hanya mengalami luka lecet pada bagian kaki. Sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.

Beruntung kejadian itu disaksikan warga setempat. Tanpa menunggu lama, warga langsung menolong dan mengevakuasi ketiga korban ke Puskesmas terdekat di wilayah Parbuluan untuk mendapat penanganan medis.

Baca Juga:

"Saya pas lagi di warung dengar suara benturan. Pas keluar ternyata ada ibu-ibu sama dua anak kecil masuk ke lubang galian itu. Langsung kami tolong," ujar salah seorang warga yang ikut mengevakuasi.

Hingga saat ini kondisi ketiga korban sudah stabil. Namun luka di kepala salah satu balita masih dalam observasi petugas medis.

Proyek Tanpa Rambu, kondisi jalan sudah dibiarkan selama dua minggu.

Baca Juga:

Warga sekitar mengaku sudah sering mengeluhkan kondisi jalan di titik tersebut. Proyek perawatan badan jalan sudah berlangsung cukup lama, namun lubang galian tidak diberi rambu peringatan, lampu, maupun pembatas.

"Ini jalan lintas. Setiap hari ramai. Masa lubangnya dibiarkan terbuka begitu saja, apalagi jam siang gini matahari silau, lubangnya tidak kelihatan," kata warga lainnya.

Petugas dari Polsek Parbuluan yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mendata saksi. Polisi juga mengimbau kepada pihak pelaksana proyek agar segera memasang rambu dan pembatas di sekitar area galian demi keselamatan pengguna jalan.

"Kami imbau masyarakat yang melintas di jalur ini untuk ekstra hati-hati. Dan untuk pelaksana proyek, tolong lengkapi rambu-rambu. Jangan sampai ada korban lagi," kata salah satu petugas di lokasi.

Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan akibat proyek jalan yang tidak sesuai standar keselamatan di Dairi. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Dairi dan dinas terkait segera turun tangan mengevaluasi pekerjaan di lapangan.

Jalan Sidikalang–Doloksanggul merupakan jalur utama penghubung antar kecamatan dan kabupaten. Volume kendaraan roda dua sangat tinggi, apalagi banyak ibu-ibu dan pelajar yang menggunakannya setiap hari.

"Kami cuma minta proyek jalan itu aman untuk pengguna jalan. Jangan sampai nyawa taruhannya," tutup seorang warga.

Pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dukung Pesta Luhuton Bolon 2026, Jalan Alternatif Silalahi I - III Resmi Dibuka
PB-LKP Gelar Festival Cipta Lagu Pakpak 2026, Jaga Warisan Budaya Suku Pakpak
Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Dairi Disepakati, Jadi Pedoman RKA-SKPD
Jangan Takut Bermimpi Besar, Pesan Bupati Dairi Untuk Mahasiswa Rantau
Wakil Bupati Dairi Evaluasi Ketat Dapur SPPG, Pastikan MBG Layak dan Aman untuk Siswa
Pemkab Dairi Gelar Apel Kendaraan Dinas, Teguran Disiapkan untuk Aset yang Menunggak Pajak
komentar
beritaTerbaru