Selasa, 02 Juni 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

PalmCo Sediakan Kebun untuk Introduksi Serangga Penyerbuk Sawit

Hendrik Hutabarat - Sabtu, 11 April 2026 15:05 WIB
PalmCo Sediakan Kebun untuk Introduksi Serangga Penyerbuk Sawit
Dok. GAPKI
Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi dalam acara pelepasan serangga penyerbuk di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat, Simalungun.
Marihat, asatupro.com – Tiga serangga penyerbuk yang didatangkan pemerintah dari Tanzania, Afrika Timur, kini berada dalam pengawasan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), khususnya di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat.

Jika tiga serangga penyerbuk itu, Elaeidobius Subvittatus, Elaeidobius Kamerunicus, dan Elaeidobius Plagiatus, telah mengalami perkembangan yang signifikan, PTPN IV PalmCo menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan dukungan lanjutan secara penuh

Menurut Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, PalmCo akan menyediakan kebun sawit untuk dijadikan lokasi implementasi awal introduksi tiga spesies serangga penyerbuk unggul tersebut.

"Ini sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas kelapa sawit nasional," kata Rediman Silalahi dalam acara pelepasan tiga serangga penyerbuk sawit itu di PPKS Unit Marihat, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga:

Kata dia, kesiapan ini juga mencakup peran strategis sebagai pusat pembelajaran lapangan sekaligus lokasi monitoring dan evaluasi pasca pelepasan.

"Kami siap menjadikan kebun kami sebagai lokasi implementasi awal sebagai tempat pembelajaran lapangan sekaligus sebagai bagian dari proses monitoring dan evaluasi pasca pelepasan," kata Rediman Silalahi.



Baca Juga:

Rediman mengatakan, dalam praktik operasional, keberhasilan penyerbukan menjadi faktor kunci dalam menentukan tingkat pembentukan buah (fruitset) yang berdampak langsung terhadap produksi.


Namun, dalam kondisi tertentu, penyerbukan alami tidak selalu optimal sehingga membutuhkan intervensi tambahan seperti asistensi penyerbukan manual yang memerlukan biaya dan sumber daya besar.

"Kami memahami, bahwa proses introduksi serangga penyerbuk ini telah melakukan rangkaian penelitian, pengujian serta proses karantina yang sangat ketat," ujarnya.

"Hal ini memberikan keyakinan bagi kami selaku pelaku usaha bahwa inovasi ini dilakukan secara hati-hati, terukur dan bertanggungjawab," papar Rediman.

Melalui introduksi serangga penyerbuk unggul ini, kata dia, PalmCo melihat peluang besar untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat stabilitas produksi.

"Serta mengurangi ketergantungan terhadap intervensi manual. Inovasi ini dinilai tidak hanya berbasis kajian ilmiah yang kuat, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di lapangan," ucapnya lagi.

Lebih lanjut dia menambahkan, PTPN IV menilai bahwa keberhasilan program ini merupakan bukti penting bahwa kemajuan industri kelapa sawit harus didorong melalui pendekatan berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Proses introduksi yang telah melalui tahapan penelitian, pengujian, dan karantina ketat memberikan keyakinan bahwa inovasi ini dilakukan secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab.


Terlebih, riset ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Badan Karantina Indonesia (Barantin), PT RPN.

Riset ini juga melibatkan para petani sawit yang tergabung dalam berbagai organisasi, seperti Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR), serta konsorsium perusahaan anggota GAPKI.

Sebagai tuan rumah kegiatan, PTPN IV PalmCo menegaskan komitmennya untuk mendukung tahapan implementasi berikutnya.

Kebun milik perusahaan akan dijadikan lokasi implementasi awal yang berfungsi sebagai laboratorium lapangan untuk pembelajaran praktis sekaligus sebagai bagian integral dari proses monitoring dan evaluasi pasca pelepasan.

Inisiatif yang dimulai di Kebun Marihat ini diharapkan menjadi milestone penting dalam peningkatan produktivitas kelapa sawit nasional, sekaligus model yang dapat direplikasi di berbagai wilayah perkebunan di Indonesia.

Industri kelapa sawit sebagai sektor strategis nasional membutuhkan penguatan berkelanjutan dalam aspek produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan.




Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan pelaku usaha menjadi kunci utama.


Pihaknya meyakini bahwa melalui sinergi yang kuat, inovasi yang berkelanjutan serta komitmen bersama untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan, akan berdampak positif.

"Khususnya pada industri kelapa sawit Indonesia yang akan semakin tangguh dan mampu memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan nasional." pungkas Rediman Silalahi

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
Program Ketahanan Pengan dan Energi Berkelanjutan Didukung GAPKI
PalmCo Gelar Donor Darah, Hampir Seribu Kantong Terkumpul
Didukung Kementan, GAPKI dan RPN Resmi Lepas SDG Sawit Asal Tanzania di Kebun Socfindo
Polres Simalungun Tangkap Dua Pengedar Narkoba Jaringan Simalungun - Batubara
PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi
komentar
beritaTerbaru