Rantauprapat, asatupro.com - Meski harus menempuh perjalanan darat sekitar 8 jam dari kota Medan ke kota Rantauprapat di Kabupaten
Labuhanbatu, H.
Syarifuddin Sirait tidak menunjukkan wajah lelah sama sekali bila terkait dengan peningkatan kemampuan dan kesejahteraan petani sawit.
Selaku Sekretaris Umum (Sekum) DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia dan Ketua DPD I Aspek-PIR Sumut, Syarifuddin Sirait mendampingi para pengurus Aspek-PIR Labuhanbatu yang menggelar kegiatan pelatihan bagi seratusan petani sawit di Rantauprapat Convention Center, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Divisi (Kadiv) Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan dan PTPN IV PalmCo Regional 1 Labuhanbatu.
"Kami sangat berterimakasih atas dukungan berbagai pihak, terutama BPDP dan PTPN IV PalmCo Regional 1, dalam pelatihan pembuatan biochar, pupuk kandang dari biomassa sawit, serta pelatihan sistem integrasi sapi sawit atau SISKA yang diadakan kota Rantauprapat, Labuhanbatu ini," kata Syarifuddin Sirait.
Baca Juga:
Selaku petani, dirinya menilai pelatihan ini adalah langkah penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sawit dalam pengelolaan sawit yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selaku sarjana pertanian dan mantan praktisi di perusahaan perkebunan,
Syarifuddin Sirait bilang biochar, program SISKA, dan pakan ternak berbahan biomassa sawit adalah beberapa contoh berkategori inovatif.
Baca Juga:
"Dan hal ini dapat membantu petani sawit dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam industri sawit secara berkelanjutan," kata Ketua Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Kesepakatan, Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan ini.
Dia lalu menyebutkan tekad Aspek-PIR, yakni dengan memanfaatkan limbah sawit sebagai sumber daya, petani sawit diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan, dan di saat yang sama, dapat meningkatkan pendapatan petani sawit itu sendiri.
Dia bilang, tidak heran kalau pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber handal, baik dari Disbun Sumut dan Labuhanbatu dan BPDP, serta dibarengi dengan kegiatan praktek di lapangan
"Kami berharap acara ini dapat memberikan pengetahuan dan inspirasi bagi kita semua untuk mengembangkan praktik-praktik yang lebih baik dalam pengelolaan sawit.
Untuk itu, kami dari DPP Aspek-PIR Indonesia bertekad agar kita semua bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama: meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga kelestarian lingkungan," tegas Syarifuddin Sirait.

Sementara itu Ihsan Sinuraya selaku perwakilan Regional Head PTPN IV PalmCo Regional 1
Labuhanbatu mengatakan bahwa PTPN terus akan bermitra dengan petani sawit dan menyejahterakannya.
"Dan hal itu dilakukan tidak hanya melalui peningkatan kuantitas dan kualitas TBS, melainkan juga melalui pengolahan biomassa sawit seperti tankos, lidi sawit, dan lainnya," tegas Ihsan Sinuraya.
Sebagai informasi, pelatihan itu dikemas dengan nama "Praktik Pengolahan Daun Sawit Menjadi Pakan Ternak untuk Mendukung Program SISKA dan Praktik Pembuatan Biochar dan Tankos Skala UMKM dalam Mendukung Ketahanan Pengan".
Kegiatan itu diadakan oleh BPDP bekerjasama dengan DPP Aspek-PIR Indonesia, dan dihadiri oleh utusan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pengan Sumut dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Labuhanbatu.
Hadir dalam acara itu Budi Cibro selaku Ketua DPD II Aspek-PIR Labuhanbatu, para pengurus DPD I Aspek-PIR Sumut, serta para petani sawit dari berbagai koperasi unit desa (KUD) di Labuhanbatu, serta Helmi Muhansyah selaku Kepala Divisi UKMK BPDP Kementerian Keuangan.
Tags
beritaTerkait
komentar