Kamis, 03 September 2026
HUT INDONESIA KE 81

Bersama BPDP, Petani Sawit Harus Bisa Kaya dan Sejahtera

Hendrik Hutabarat - Kamis, 09 April 2026 11:30 WIB
Bersama BPDP, Petani Sawit Harus Bisa Kaya dan Sejahtera
Asatupro.com
BPDP dan DPP Aspek-PIR Indonesia dan PTPN IV PalmCo Regional 1 Labuhanbatu menggelar pelatihan bagi para petani sawit di Rantauprapat, Kamis (9/4/2026)
Rantauprapat, asatupro.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) akan terus menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan petani sawit di seluruh Indonesia.

"Bersama BPDP, petani sawit di seluruh Indonesia harus punya kemampuan dan sejahtera dari sisi ekonomi," kata Helmi Muhansyah selaku Kepala Divisi (Kadiv) Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan.

Hal itu diungkapkan Helmi Muhansyah di hadapan ratusan petani sawit swadaya dan plasma se-Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Rantauprapat Convention Center, Kamis (9/4/2026) sore.

Saat itu Helmi Muhansyah ada di Rantauprapat untuk menghadiri acara "Praktik Pengolahan Daun Sawit Menjadi Pakan Ternak untuk Mendukung Program SISKA dan Praktik Pembuatan Biochar dan Tankos Skala UMKM dalam Mendukung Ketahanan Pengan"

Baca Juga:

Kegiatan itu diadakan oleh BPDP bekerjasama dengan DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia, dan dihadiri oleh utusan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pengan Sumut dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Labuhanbatu.



Baca Juga:


Hadir dalam acara itu Syarifuddin Sirait selaku Sekretaris Umum (Sekum) DPP Aspek-PIR Indonesia, Budi Cibro selaku Ketua DPD II Aspek-PIRLabuhanbatu, para pengurus DPD I Aspek-PIR Sumut, serta para petani sawit dari berbagai koperasi unit desa (KUD) di Labuhanbatu.


Kata Helmi Muhansyah, pada 2025, BPDP berhasil menghimpun dana sawit sebanyak Rp 31,5 triliun.

"Para petani sawit kami persilahkan memanfaatkan dana itu sesuai aturan yang baik, seperti untuk beasiswa, riset, biodiesel, pelatihan petani, dan lainnya," ujar Helmi Muhansyah.

Dirinya lalu mengutip ucapan Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan kondisi geopolitik global terkini, yakni perang Amerika Serikat (AS) dan Isreal versus Iran, membuat semua negara harus punya ketahanan pangan dan energi.

"Nah, RI punya sawit, dan salah satunya dibuat menjadi biodiesel. Pada Juli 2026 akan masuk B-50. RI sebenarnya bisa ke B-100," sambung Helmi Muhansyah lagi.

Karena itu, ujarnya, untuk menunjang semua itu, produktivitas sawit harus banyak dan tinggi, termasuk di tingkat petani.



"Tapi saat ini hal itu justru belum sanggup dipenuhi RI. Kalau untuk B-50, RI masih bisalah dipenuhi stok sawit yang ada saat ini, tapi ke depannya harus dikembangkan," dia mengingatkan.


Di samping itu, Helmi Muhansyah bilang BPDP ingin petani sawit punya kemampuan dalam mengolah berbagai produk turunan, termasuk dari pengolahan biomassa, demi memperkuat ketahanan pangan nasional dan menyejahterakan petani sawit.

"Kami di Divisi UKMK ingin petani sawit kaya bersama BPDP. Hal ini sudah kami buktikan dengan pelaku UMKM batik sawit yang omsetnya dari awalnya ratusan juga kini miliaran rupiah dari batik malam," ucapnya.

"BPDP juga punya ruang perkebunan di Kementerian UMKM yang dipenuhi display-dispaly. Kami juga setiap bulan ikut beragam pameran untuk menunjang UKMK berbasis sawit," tegas Helmi Muhansyah.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tak Sekadar Hadir, Arya Sandhiyuda Juga Salurkan Bantuan PalmCo untuk KPKS Kesepakatan
KPKS Kesepakatan  Pimpinan Syarifuddin Sirait Gelar PSR, Bupati Asahan Hingga Petinggi PalmCo Hadir
SDM 174 Petani Sawit OKU Dikuatkan IPB Training, Ditjenbun, dan BPDP
Diduga Tak Sesuai Juknis, Pekerjaan Replanting dan Parit Isolasi PTPN IV Bah Jambi Diminta Diperiksa
Disaksikan Menko Perekonomian, ITSI Medan dan BPDP Tandatangani Kuota Beasiswa Sawit
Teknologi Sore Trap Diperkenalkan ke Petani Sawit di Sipispis
komentar
beritaTerbaru