Jumat, 24 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

BMKG Ungkap Tuntas Penyebab Bencana Hidrometeorologi pada Akhir November 2025 Lalu

Hendrik Hutabarat - Selasa, 10 Februari 2026 15:04 WIB
BMKG Ungkap Tuntas Penyebab Bencana Hidrometeorologi pada Akhir November 2025 Lalu
Hendrik
BMKG mengungkapkan secara tuntas penyebab bencana hidrometeorologi yang terdiri di tiga provinsi di Pulau Sumatera pada akhir November 2025 yang lalu.

Dari data satelit BMKG diketahui siklon tropis Senyar pada November 2025 lalu telah membuat curah hujan sangat tinggi di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Lima lokasi dengan curah hujan tertinggi yaitu Singkil Utara (Aceh) dengan curah hujan 225.0 mm, dan empat wilayah di Sumbar.

"Yaitu Limau Purut 182.0 mm, Ulakan Tapakis 177.0 mm, Staklim Padang Pariaman 167.5 mm, dan Tambang Semen Padang 145.0 mm," ungkapnya.

"Tiga wilayah di Kabupaten Langkat Sumatra Utara yaitu Gebang, Cempa, dan Secanggang juga mencatat curah hujan yang sangat tinggi pada akhir November tahun lalu," katanya.

Baca Juga:

Kata Dr Ardhasen, normal curah hujan adalah 474 mm. Namun curah hujan pada November 2025 mencapai 1356 mm. Dan curah hujan saat terjadi bencana adalah tiga kali dari curah hujan pada November 2025.

"Perubahan iklim adalah perubahan signifikan dalam pola cuaca global atau regional yang terjadi dalam jangka waktu panjang, biasanya puluhan tahun hingga berabad-abad. Dan tahun 2025 adalah tahun terpanas ketiga dalam pencatatan suhu bumi," katanya.

Curah hujan maksimum harian, kata Dr Ardhasena, di masa depan semakin meningkat dan kejadian ekstrem makin sering terjadi.

Baca Juga:
Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sambut Tahun Baru Imlek 2577, Musim Mas Bagikan Ratusan Paket Sembako ke Masyarakat Prasejahtera
Ekonomi Sumbagut Pascabencana Bisa Dipulihkan Sawit dengan Syarat Khusus
Perkebunan Kelapa Sawit Dituding Sumber Bencana, Begini Kata Wakil Rektor USU
Tembus Jalur Laut, Anggota DPRA Fraksi Gerindra Edy Asaruddin Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Aceh
Peduli Bencana Sumatera, GAPKI Diapresiasi Menteri Pertanian
Banjir Bandang di Pulau Sumatera Bikin Saham Emiten Perkebunan Terkoreksi
komentar
beritaTerbaru