Sumarjono juga mengambil kesempatan untuk memberikan buku berjudul "Sawit Indonesia Ramah Anak (SIRA)" kepada Ketua Komite II DPD RI DR Badikenita Putri Sitepu.
Menjawab pertanyaan peserta tentang mengapa diutamakan ekspor hilirisasi dan bukan CPO, Sumarjono menjawab Indonesia menguasai 55 persen produksi sawit dunia.
Dari 50 juta ton produksi minyak sawit, 30 persen saja sudah cukup untuk memenuhi dalam negeri dan perlu ekspor sisanya. Dan dipilih ekspor yang bernilai ekonomi tinggi.
Porsi ekspor tinggal 20 persen yang CPO. Ekspor hilirisasi sawit kita barulah hilirisasi tingkat 1 belum yang lebih tinggi. Bio diesel saja sudah menyerap 12 juta ton.
Baca Juga:
Mungkin yang hilirisasi yang ditanyakan itu lebih tepat untuk di industri tambang yang baru mulai hilirisasi, karena sawit sudah sejak lama melakukan itu.

Serius Perangin-angin, Manager PT Amal Tani membagikan pengalaman praktek baik tentang penerapan "Tempat Penitipan Anak" untuk pekerja perempuan.
Baca Juga:
Keberadaan tempat penitipan anak yang dibangun PT Amal Tani, kata dia, membuat kaum ibu yang bekerja bisa lebih tenang saat bekerja karena anaknya ada yang mengawasi.
Serius juga menjelaskan berbagai praktek baik yang telah dilakukan perusahaan ini di antaranya pemberian fasilitas keagamaan, aula, sekolah, bis sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Tags
beritaTerkait
komentar