Jumat, 05 Juni 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Musim Mas Sukses Mendampingi 3.294 Pekebun Swadaya Mendapatkan Sertifikasi ISPO

Hendrik Hutabarat - Sabtu, 29 November 2025 16:46 WIB
Musim Mas Sukses Mendampingi 3.294 Pekebun Swadaya Mendapatkan Sertifikasi ISPO
Dok. Musim Mas
Musim Mas Group memiliki komitmen yang kuat untuk membina pekebun swadaya., termasuk dalam memperoleh sertifikasi ISPO.

Menurut Rob Nicholls, semua ini dilakukan Musim Mas yang memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan dan mendukung strategi pemerintah dalam mewujudkan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan melalui percepatan ISPO.

Komitmen ini diwujudkan dengan mendukung dan mendampingi ribuan pekebun swadaya agar dapat memenuhi standar keberlanjutan yang telah ditetapkan pemerintah.

Sertifikasi ISPO memiliki arti strategis bagi industri sawit Indonesia. Selain menjadi standar keberlanjutan nasional, ISPO juga memastikan perkebunan kelapa sawit dikelola sesuai prinsip ramah lingkungan, sosial, dan ekonomi, sehingga tata kelola industri sawit tetap terjaga.

Berdasarkan data Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, hingga Juli 2025 total luas lahan sawit yang tersertifikasi ISPO mencapai 7.211.942,97 hektar, dengan lahan yang dikelola pekebun swadaya 69.209,43 hektar.

Baca Juga:

Angka ini menunjukkan masih terbatasnya kontribusi pekebun swadaya terhadap pencapaian ISPO, meski mereka memegang peranan penting dalam rantai pasok nasional.

Tantangan utama percepatan ISPO bagi pekebun swadaya adalah keterbatasan pemahaman dan akses informasi, persoalan legalitas lahan dan kelembagaan, serta keterbatasan biaya untuk memenuhi standar praktik perkebunan berkelanjutan.

Menjawab tantangan ini, sejak 2015 Musim Mas telah mengembangkan Program Pemberdayaan Pekebun Swadaya untuk membantu mereka masuk ke dalam rantai pasok minyak sawit berkelanjutan, sekaligus mendukung target pemerintah.

Baca Juga:

Dirasakan Pekebun Swadaya
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh salah satu pekebun swadaya binaan Musim Mas, Lady Ardyanto, yang memiliki lahan di Desa Pasir Jaya, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, dan telah tersertifikasi ISPO sejak 2021.

"Memang saat ini belum ada perbedaan harga TBS (tandan buah segar) yang tersertifikasi. Namun, dengan praktik budidaya yang baik, seperti pemupukan yang tepat, produktivitas sawit saya meningkat," kata Lady Ardyanto.




Dia berharap Musim Mas terus berkomitmen mendampingi lebih banyak petani di berbagai daerah. Dia juga berharap pemerintah membuat standar ISPO yang mudah bagi petani sawit.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
Program Ketahanan Pengan dan Energi Berkelanjutan Didukung GAPKI
PalmCo Gelar Donor Darah, Hampir Seribu Kantong Terkumpul
Booth Teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI di Palmex 2026 Jakarta Diminati Pelaku Usaha Sawit
Didukung Kementan, GAPKI dan RPN Resmi Lepas SDG Sawit Asal Tanzania di Kebun Socfindo
PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi
komentar
beritaTerbaru