Jumat, 05 Juni 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Musim Mas Sukses Mendampingi 3.294 Pekebun Swadaya Mendapatkan Sertifikasi ISPO

Hendrik Hutabarat - Sabtu, 29 November 2025 16:46 WIB
Musim Mas Sukses Mendampingi 3.294 Pekebun Swadaya Mendapatkan Sertifikasi ISPO
Dok. Musim Mas
Musim Mas Group memiliki komitmen yang kuat untuk membina pekebun swadaya., termasuk dalam memperoleh sertifikasi ISPO.
Jakarta, asatupro.com - Di tahun 2025 ini, Musim Mas Group berhasil mendampingi 3.294 pekebun swadaya yang mewakili total lahan 7.804 hektar (Ha) untuk memperoleh sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia atau Indonesi. Sustainable Palm Oil (ISPO).

Kontribusi ini, seperti dikutip asatupro.com dari laman resmi Musim Mas, setara dengan 11 persen dari pencapaian nasional pekebun swadaya, angka yang akan terus meningkat seiring berlanjutnya program.

"Sejatinya, sejak tahun 2021, Musim Mas telah mendukung dan mendampingi pekebun swadaya yang dibina untuk tersertifikasi ISPO," kata ujar Rob Nicholls, Program & Project General Manager Musim Mas.

"Musim Mas memiliki komitmen yang kuat untuk membawa pekebun swadaya ke dalam rantai pasok yang lebih berkelanjutan, salah satunya dengan mendukung mereka memperoleh sertifikasi ISPO," sambung Rob Nicholls lagi.

Baca Juga:

Kata Rob Nicholls, hal ini juga menjadi bentuk nyata sinergi kami dengan strategi pemerintah dalam membangun industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan.

Dia bilang, Musim Mas mendampingi pekebun swadaya agar lebih mudah memperoleh sertifikasi ISPO dengan pendekatan yang menyeluruh.

Pendampingan ini meliputi bimbingan teknis oleh agronomis di lapangan, memfasilitasi pembentukan kelembagaan resmi, hingga bantuan koordinasi dengan dinas terkait, lembaga sertifikasi, dan pemangku kepentingan lain.

Baca Juga:

Selain itu, Rob Nicholls juga mengatakan kalau perusahaan juga membantu proses administrasi seperti penyusunan dokumen legal dan pencatatan produksi yang sesuai standar.

Untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang, Musim Mas menyelenggarakan pelatihan rutin yang mencakup praktik budidaya berkelanjutan, Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3), serta aspek sosial dan lingkungan.

Seluruh program ini semakin diperkuat dengan komitmen Musim Mas yang menanggung penuh biaya sertifikasi ISPO, sehingga pekebun swadaya dapat fokus pada peningkatan praktik tanpa terbebani biaya tambahan.


Menurut Rob Nicholls, semua ini dilakukan Musim Mas yang memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan dan mendukung strategi pemerintah dalam mewujudkan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan melalui percepatan ISPO.

Komitmen ini diwujudkan dengan mendukung dan mendampingi ribuan pekebun swadaya agar dapat memenuhi standar keberlanjutan yang telah ditetapkan pemerintah.

Sertifikasi ISPO memiliki arti strategis bagi industri sawit Indonesia. Selain menjadi standar keberlanjutan nasional, ISPO juga memastikan perkebunan kelapa sawit dikelola sesuai prinsip ramah lingkungan, sosial, dan ekonomi, sehingga tata kelola industri sawit tetap terjaga.

Berdasarkan data Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, hingga Juli 2025 total luas lahan sawit yang tersertifikasi ISPO mencapai 7.211.942,97 hektar, dengan lahan yang dikelola pekebun swadaya 69.209,43 hektar.

Angka ini menunjukkan masih terbatasnya kontribusi pekebun swadaya terhadap pencapaian ISPO, meski mereka memegang peranan penting dalam rantai pasok nasional.

Tantangan utama percepatan ISPO bagi pekebun swadaya adalah keterbatasan pemahaman dan akses informasi, persoalan legalitas lahan dan kelembagaan, serta keterbatasan biaya untuk memenuhi standar praktik perkebunan berkelanjutan.

Menjawab tantangan ini, sejak 2015 Musim Mas telah mengembangkan Program Pemberdayaan Pekebun Swadaya untuk membantu mereka masuk ke dalam rantai pasok minyak sawit berkelanjutan, sekaligus mendukung target pemerintah.

Dirasakan Pekebun Swadaya
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh salah satu pekebun swadaya binaan Musim Mas, Lady Ardyanto, yang memiliki lahan di Desa Pasir Jaya, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, dan telah tersertifikasi ISPO sejak 2021.

"Memang saat ini belum ada perbedaan harga TBS (tandan buah segar) yang tersertifikasi. Namun, dengan praktik budidaya yang baik, seperti pemupukan yang tepat, produktivitas sawit saya meningkat," kata Lady Ardyanto.




Dia berharap Musim Mas terus berkomitmen mendampingi lebih banyak petani di berbagai daerah. Dia juga berharap pemerintah membuat standar ISPO yang mudah bagi petani sawit.


"Dan dapat mendampingi pengurusan dokumen seperti STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya). Dengan begitu, semakin banyak pekebun swadaya bisa merasakan manfaatnya," kata Lady Ardyanto.

Menurutnya, sinergi Musim Mas dengan pemerintah melalui percepatan sertifikasi ISPO adalah bukti nyata bahwa sektor swasta memiliki peran penting dalam membangun industri sawit nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

"Upaya ini tidak hanya menjawab tuntutan global atas praktik perkebunan berkelanjutan, tetapi juga membawa dampak langsung bagi kesejahteraan pekebun swadaya dan masa depan industri sawit Indonesia," tegas Lady Ardyanto.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
Program Ketahanan Pengan dan Energi Berkelanjutan Didukung GAPKI
PalmCo Gelar Donor Darah, Hampir Seribu Kantong Terkumpul
Booth Teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI di Palmex 2026 Jakarta Diminati Pelaku Usaha Sawit
Didukung Kementan, GAPKI dan RPN Resmi Lepas SDG Sawit Asal Tanzania di Kebun Socfindo
PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi
komentar
beritaTerbaru