Minggu, 19 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Berkat Program SISKA, BRIN Raih Pengakuan FAO 80

Hendrik Hutabarat - Jumat, 21 November 2025 08:47 WIB
Berkat Program SISKA, BRIN Raih Pengakuan FAO 80
Internet
Berkat Program SISKA, BRIN meraih penghargaan bergengsi dari FAO.
Tangsel, asatupro.com - Berkat program sistem integrasi peternakan sapi dan perkebunan kelapa sawit atau SISKA, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meraih penghargaan bergengsi dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO), sebuah lembaga yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa atau United Nations (PBB/UN).

Dari pernyataan resmi yang dikutip asatupro.com, Jumat (20/11/2025), disebutkan bahwa penghargaan itu diterima BRIN dalam ajang "FAO 80 Recognition of Good Practices and Innovations in Sustainable Livestock Transformation, One Health, Animal Health, and Reference Centres."

Pengakuan tersebut diberikan kepada sub penelitian BTIN, yaitu Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup, yang sejak September 2025 berubah menjadi Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PR SIMB).

Dari total 407 aplikasi yang masuk dari 72 negara, FAO menetapkan 50 inisiatif terbaik yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata bagi transformasi sistem peternakan berkelanjutan di dunia.

Baca Juga:

Salah satunya adalah riset inovatif BRIN yang mengembangkan sistem produksi ternak berkelanjutan dengan pendekatan one health.

Pendekatan ini menekankan keterpaduan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam membangun ketahanan pangan yang tangguh.

Kontribusi BRIN diakui melalui karya berjudul "Turning waste into a resource: Integrated oil palm-livestock innovations for sustainable food systems resilience".


Inovasi ini mengusung pendekatan terpadu antara perkebunan kelapa sawit dan peternakan untuk menciptakan sistem produksi yang efisien, rendah limbah, serta berkelanjutan.

Kepala PR SIMB BRIN, Nugroho Adi Sasongko, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan FAO dan menilai pengakuan ini menjadi bukti terkait kualitas riset BRIN.

Kata dia,pengajuan FAO itu menegaskan bahwa riset yang dilakukan para periset BRIN tidak hanya memiliki nilai akademis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap upaya global mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan ramah lingkungan.

Melalui riset-riset yang dijalankan, Nugroho Adi Sasongko mengatakan BRIN berupaya mengedepankan efisiensi produksi, kesejahteraan hewan, serta pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

"Penghargaan ini menunjukkan kerja keras para peneliti Indonesia yang mendapat perhatian dunia. Kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan memastikan hasil riset dapat diterapkan untuk mendukung keberlanjutan sektor peternakan nasional," katanya.

PR SIMB BRIN secara konsisten mengedepankan efisiensi produksi, kesejahteraan hewan, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi BRIN sebagai lembaga riset unggulan yang berperan aktif dalam mendukung target transformasi pangan berkelanjutan (sustainable food systems) secara global.


Nugroho meyakini dengan pengakuan dari FAO ini, BRIN menunjukkan bahwa riset nasional mampu bersaing di tingkat internasional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BRIN berkomitmen terus memperluas kolaborasi dengan lembaga-lembaga dunia seperti FAO guna memperkuat kapasitas riset dan mempercepat penerapan inovasi di sektor peternakan, menuju transformasi sistem pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pelatihan Program SISKA yang Dijalani Aspek-PIR Labuhanbatu Didukung Pemprov Sumut
komentar
beritaTerbaru