Inovasi ini mengusung pendekatan terpadu antara perkebunan kelapa sawit dan peternakan untuk menciptakan sistem produksi yang efisien, rendah limbah, serta berkelanjutan.
Kepala PR SIMB BRIN, Nugroho Adi Sasongko, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan FAO dan menilai pengakuan ini menjadi bukti terkait kualitas riset BRIN.
Kata dia,pengajuan FAO itu menegaskan bahwa riset yang dilakukan para periset BRIN tidak hanya memiliki nilai akademis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap upaya global mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan ramah lingkungan.
Melalui riset-riset yang dijalankan, Nugroho Adi Sasongko mengatakan BRIN berupaya mengedepankan efisiensi produksi, kesejahteraan hewan, serta pengelolaan sumber daya berkelanjutan.
Baca Juga:
"Penghargaan ini menunjukkan kerja keras para peneliti Indonesia yang mendapat perhatian dunia. Kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan memastikan hasil riset dapat diterapkan untuk mendukung keberlanjutan sektor peternakan nasional," katanya.
PR SIMB BRIN secara konsisten mengedepankan efisiensi produksi, kesejahteraan hewan, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.
Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi BRIN sebagai lembaga riset unggulan yang berperan aktif dalam mendukung target transformasi pangan berkelanjutan (sustainable food systems) secara global.
Tags
beritaTerkait
komentar