Isu ekonomi terbaru yang dimaksudkan yakni terkait dinamika pasar global, ketimpangan ekonomi antar pelaku usaha sawit, sertifikasi keberlanjutan (rendanya pencapaian ISPO), dan
opportunity cost dari akselerasi mandatori biodiesel yakni B50 maupun pengembangan biofuel sawit lainnya.
Merujuk kembali pada keynote speech yang disampaikan oleh Zaid Burhan Ibrahim (Plt. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP) bahwa kegiatan bedah dan diseminasi buku di UNJA ini perlu dimanfaatkan sebagai ruang ilmiah.
Khususnya, kata dia lagi, untuk memperkuat pemahaman, meluruskan persepsi, dan memperkaya dialog tentang sawit.
Dia berharap pula melalui sinergi antara dunia akademik, lembaga riset, dan pemerintah, kita dapat membangun narasi yang kuat, positif dan berimbang.
Baca Juga:
"Khususnya tentang sawit Indonesia adalah industri yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berkontribusi besar terhadap pembangunan nasional," tegas Zaid Burhan Ibrahim.
Tags
beritaTerkait
komentar