Pernah Apresiasi Kejari Medan, Kini Bobby Soroti Oknum Jaksa, Sutrisno: Jangan Lupa Sejarah
Pernah Apresiasi Kejari Medan, Kini Bobby Soroti Oknum Jaksa, Sutrisno Jangan Lupa Sejarah
Peristiwa
Yaitu berupa bekal ilmu dan informasi yang akurat yang disampaikan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) mengenai industri perkebunan kelapa sawit yang sebenarnya.
Kegiatan bedah buku yang sukses digelar itu terwujud berkat kolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMAEP) dan Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJA.
Selain dari UNJA, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jambi, Universitas Batanghari, Universitas Nurdin Hamzah, UIN Sultan Thaha Saiffudin, dan Universitas Dinamika Bangsa.
Baca Juga:
Kegiatan ini juga turut dihadiri perwakilan asosiasi pelaku usaha sawit di Provinsi Jambi yakni Angga Suherman (Sekretaris Eksekutif GAPKI Jambi) dan Mashuri (Ketua DPW APKASINDO Jambi).
Dalam kegiatan itu Dr Hj Erni Achmad SE MSi selaku Ketua Prodi Ekbang menyampaikan bahwa "Buku Mitos vs Fakta Sawit" hadir untuk menyampaikan data dan fakta dan meluruskan isu yang berkembang di tengah perdebatan global.
Senada dengan pernyataan tersebut, Zaid Burhan Ibrahim selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP mengungkapkan bahwa buku "Mitos vs Fakta Sawit" karya PASPI hadir sebagai instrumen ilmiah yang strategis.
Baca Juga:
Zaid Burhan Ibrahim bilang buku tersebut telah menempatkan data di atas opini dan fakta di atas persepsi.
Buku ini juga menjadi salah satu referensi dalam perundingan di Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) dan dialog dengan Uni Eropa terkait kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR).
Kegiatan bedah dan diseminasi buku Mitos Vs Fakta Sawit di UNJA ini diikuti oleh para mahasiswa dari berbagai universitas di Provinsi Jambi.
Membuka sesi diskusi, Dr Tungkot Sipayung selaku Ketua tim penyusun buku Mitos Vs Fakta Sawit, menyampaikan bahwa latar belakang penyusunan buku Mitos Vs Fakta Sawit sebagai pengantar diskusi.
Kehadiran minyak sawit telah merubah peta persaingan di pasar minyak nabati global. Dari segi harga (price competition), minyak sawit lebih unggul dibandingkan minyak nabati lainnya karena harganya relatif kompetitif atau lebih murah.
Dominasi sawit tersebut membuat produsen minyak nabati lainnya menggunakan startegi non-price competition melalui penyebaran isu-isu yang bertujuan menurunkan konsumsi minyak sawit.
Misalnya pada tahun 1970-an, American Soybean Assosiation (ASA) menuduh minyak sawit mengandung kolesterol dan merekomendasikan Pemerintah USA untuk melarang penggunaan minyak sawit di Amerika Serikat.
Isu tersebut berhasil dibantah dengan berbagai riset yang menunjukkan minyak sawit tidak mengandung kolesterol. Selanjutnya pihak-pihak anti sawit tersebut menggunakan isu lingkungan dan sosial untuk kembali menjegal sawit di pasar global.
Melalui data dan studi empiris yang dihasilkan oleh peneliti Indonesia maupun peneliti internasional, buku ini menepis mitos tersebut sekaligus menyampaikan fakta baik sawit terkait kontribusi dalam ekonomi, sosial, gizi/kesehatan, dan lingkungan.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan bedah buku oleh tiga dosen Universitas Jambi yakni Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A. (Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB).
Lalu, ada Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc (Dosen Program Studi Agribisnis Faperta), dan Dr. Ummi Kalsum, S.K.M., M.K.M (Dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat FKIK).
Ketiga dosen UUNJA itu mengungkapkan bahwa buku ini telah berhasil membuka wawasan melalui penyajian data dan informasi yang komprehensif terkait isu-isu sawit dalam berbagai aspek.
Misalnya pada aspek sosial ekonomi, buku ini telah memotret kontribusi industri sawit dalam menciptakan kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga menciptakan devisa yang menyeimbangkan neraca perdagangan barang Indonesia.
Demikian juga pada isu kesehatan, buku ini telah menyampaikan berbagai studi empiris untuk membantah berbagai isu seperti sawit mengandung kolesterol serta menyebabkan kanker, obesitas, dan diabetes.
Ketiga dosen pembahas juga berharap buku edisi kelima untuk dipublikasikan, dimana edisi kelima tersebut dapat mengakomodir current issues dan studi empiris terbaru.
Merujuk kembali pada keynote speech yang disampaikan oleh Zaid Burhan Ibrahim (Plt. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP) bahwa kegiatan bedah dan diseminasi buku di UNJA ini perlu dimanfaatkan sebagai ruang ilmiah.
Khususnya, kata dia lagi, untuk memperkuat pemahaman, meluruskan persepsi, dan memperkaya dialog tentang sawit.
Dia berharap pula melalui sinergi antara dunia akademik, lembaga riset, dan pemerintah, kita dapat membangun narasi yang kuat, positif dan berimbang.
"Khususnya tentang sawit Indonesia adalah industri yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berkontribusi besar terhadap pembangunan nasional," tegas Zaid Burhan Ibrahim.
Pernah Apresiasi Kejari Medan, Kini Bobby Soroti Oknum Jaksa, Sutrisno Jangan Lupa Sejarah
Peristiwa
Pastikan Setiap Rupiah Berdampak, Pemkab Dairi Matangkan APBD 2027
Daerah
Istana Tegaskan Belum Kirim Surpres Pergantian Panglima TNI ke DPR
Medan
TAPANULI SELATAN, Asatupro.com Sebanyak lima kasus tindak pidana berhasil diungkap Satreskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) sepanjang
Hukrim
KPK Kembali Tetapkan 8 Tersangka, Sutrisno Pangaribuan Siapa &ldquoSutradara&rdquo di Balik Kasus Jalan BBPJN Sumut?
Hukrim
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Aksi Jilid II PW KAMMI SUMUT Desak DPRD Buka Proses KPID, Minta RDP, dan Dorong Kejatisu Tindak Lanjuti Laporan
Peristiwa
Gerindra Minta Polemik Ijazah Gibran Dihentikan PascaPutusan MK, Singgung Risiko Ekonomi dan Stabilitas Politik
Nasional
Respons Santai KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Masuk Bursa Calon Panglima TNI
Nasional
Ekoteologi dalam Aksi, Mahasiswa KKN UINSU Ajak Masyarakat Desa Gajah Kelola Sampah
Pendidikan