Artinya, keputusan ini memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat adat agar tidak dikriminalisasi hanya karena mengelola kebun atau ladang yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Namun, MK tidak menyatakan bahwa hasil kebun—termasuk sawit—tidak boleh dikomersialkan sama sekali. Yang diatur hanyalah bahwa kegiatan berskala usaha besar di kawasan hutan tetap memerlukan izin sesuai ketentuan.
Di mana letak perbedaannya? Pertama, masyarakat adat dan petani kecil dilindungi agar bisa tetap berladang, menanam sawit, dan mengelola hasil untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri.
Kedua, perusahaan besar atau pihak swasta yang beroperasi secara komersial di kawasan hutan tetap harus tunduk pada izin dan aturan kehutanan. Jadi, yang dibedakan bukan pada tanamannya, tetapi pada tujuan dan skala kegiatannya.
Baca Juga:
Mengapa ini penting bagi sawit rakyat? Keputusan MK ini sebenarnya membuka ruang bagi masyarakat adat yang selama ini hidup di dalam atau sekitar kawasan hutan untuk membangun kemandirian energi dan pangan melalui pengelolaan sawit rakyat.
Tags
beritaTerkait
komentar