Minggu, 24 Mei 2026

2.550 Mahasiswa Sumut Dikerahkan Bantu Korban Terdampak Bencana

Zulhamdani Napitupulu - Selasa, 03 Februari 2026 18:28 WIB
2.550 Mahasiswa Sumut Dikerahkan Bantu Korban Terdampak Bencana
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang.

Medan,asatupro.com-Sebanyak 2.550 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) di Sumatera Utara telah diterjunkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara.

Program Mahasiswa Berdampak yang merupakan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI ini terlaksana selama sekitar satu bulan di lokasi terdampak bencana.

Untuk di Sumatera Utara, ribuan mahasiswa disebar ke daerah khusus, seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Langkat.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang menjelaskan, dalam pemilihan mahasiswa terdampak ini, mahasiswa diminta menyusun proposal dan anggaran untuk kegiatan pemulihan di lokasi-lokasi terdampak bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

"Bahkan ada mahasiswa yang ditugaskan hingga ke Aceh Tamiang. Secara keseluruhan, terdapat 140 proposal yang disetujui. Mahasiswa dari berbagai organisasi bersedia terjun langsung selama satu bulan penuh selama masa liburan. Program ini sudah diluncurkan secara resmi, sekaligus sudah dilakukan penyematan tanda bagi mahasiswa yang bertugas di daerah terdampak," ungkap Prof Saiful kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/1/2026).

"Dari sekitar 140 proposal yang masuk, sebagian besar diajukan kampus swasta, sedangkan dari PTN hanya sekitar 30-an proposal," ungkapnya.

Setiap proposal melibatkan sekitar 50 mahasiswa dan didampingi dosen pembimbing, sehingga total pesertanya mencapai ribuan.

Baca Juga:

Beberapa kampus, lanjutnya, bahkan mengirim mahasiswa hingga ke luar Sumatera Utara, seperti ke Aceh Tamiang. Misalnya, UMN mengirim satu tim ke sana.

>>> Keringanan Biaya Kuliah

Sementara, terkait bantuan pendidikan, sejumlah pemerintah daerah juga telah mengajukan permohonan keringanan biaya kuliah. Sepweti, Bupati Aceh Tamiang. Ia meminta agar mahasiswa asal daerahnya yang terdampak dibebaskan dari pembayaran SPP selama satu semester.

Selain itu, pihak kementerian juga telah mengusulkan lebih dari 6.000 mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa satu semester dari pemerintah pusat. Dan aaat ini masih menunggu persetujuan dan realisasi anggaran.

"Selama bertugas, mahasiswa ditempatkan di posko-posko yang sudah dibentuk kampus sebelumnya, seperti di Aceh Tamiang dan Tapanuli Selatan. Posko tersebut sebelumnya digunakan untuk tanggap darurat, kini dilanjutkan sebagai pusat kegiatan pemulihan.

Sebagian mahasiswa juga ditempatkan di rumah warga yang tidak terdampak. Teknis pelaksanaan diatur masing-masing fakultas dan universitas.

"Kegiatan dilakukan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, termasuk dalam distribusi bantuan kesehatan dan logistik ke daerah sulit dijangkau," pungkasnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga Ditutup-Tutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI
Diduga Titip Anak Masuk SMA Negeri, Nama Ketua Relawan dan Lingkaran Kekuasaan Terseret
DPP Fromper Minta Judi Tembak Ikan Merek GBM99 Milik Asen Dikelola Cici Menjamur Medan Utara Harus di Berantas Habis Jangan Kasih Ampun
Kasat Lantas AKBP Sri Lestari Widodo: Warga Medan Diminta Lebih Tertib Dalam Berkendara, Tilang Elektronik Kembali Aktif
komentar
beritaTerbaru