Minggu, 24 Mei 2026

Dosen Profesi Fisioterapi Undhira dan PPSI Bali Dorong Kemandirian Penyintas Stroke Lewat Rehabilitasi Komunitas

Redaksi - Sabtu, 08 November 2025 13:27 WIB
Dosen Profesi Fisioterapi Undhira dan PPSI Bali Dorong Kemandirian Penyintas Stroke Lewat Rehabilitasi Komunitas
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Dosen Program Profesi Fisioterapi Universitas Dhyana Pura (Undhira) berkolaborasi dengan Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) Bali.

Denpasar,asatupro.com-Upaya membangun kemandirian gerak bagi penyintas stroke di Bali mendapat suntikan semangat baru. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dosen Program Profesi Fisioterapi Universitas Dhyana Pura (Undhira) berkolaborasi dengan Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) Bali untuk mengembangkan model rehabilitasi berbasis komunitas yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Luh Putu Ayu Vitalistyawati, SST.Ft., M.Fis., Ftr., dosen sekaligus praktisi fisioterapi Undhira, bersama Ketua PPSI Bali Djatmiko. Program dengan tema "Optimalisasi Gerak Mandiri Penyintas Stroke melalui Rehabilitasi Komunitas" ini berlangsung selama tiga bulan, dari September hingga November 2025, di markas PPSI Bali, Jalan Mudutaki No. 6, Gatot Subroto Barat, Denpasar.

PKM ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan kelompok rentan. Program dirancang secara sistematis dan partisipatif dengan tiga fokus utama.

Sosialisasi mengenai gangguan neuromuskular dan dampaknya terhadap aktivitas penyintas stroke. Edukasi motorik tentang kekuatan otot, koordinasi, keseimbangan, dan mobilitas tubuh.

Baca Juga:

Pelatihan rehabilitasi komunitas berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice) sesuai kondisi individu peserta. Menurut Luh Putu Ayu Vitalistyawati, pendekatan komunitas menjadi kunci keberhasilan pemulihan penyintas stroke.

"Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan secara menyeluruh — bukan hanya fisik, tetapi juga sosial dan emosional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PPSI Bali Djatmiko mengapresiasi peran aktif Undhira dalam menguatkan kapasitas penyintas stroke.

Baca Juga:

"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak nyata bagi anggota kami. Pendekatannya ilmiah, aplikatif, dan penuh empati," ungkapnya.

Selain sesi latihan fisik, kegiatan ini juga membuka ruang interaksi sosial antarpenyintas untuk saling memberi dukungan moral dan motivasi.

Pendampingan dari dosen dan mahasiswa fisioterapi Undhira turut memperkuat proses edukasi sekaligus memperluas jangkauan layanan rehabilitasi bagi masyarakat.

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas dalam menciptakan sistem rehabilitasi yang inklusif, berbasis bukti, dan berkelanjutan.

Universitas Dhyana Pura sendiri berkomitmen untuk terus memperluas program serupa di berbagai wilayah Bali sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia akademik terhadap kesehatan masyarakat.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lomba Cerdas Cermat SMA Siantar-Simalungun Digelar, Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Dini
Konsultan Hukum KPKM-RI Soroti Pangulu Nagori Sejahtera Diduga Hambat Pemasangan Tiang Optik PT Link Net
Kapolres Pematangsiantar Jadi Juri Tamu LCC KPKM RI, Perkuat Sinergitas Polri dan Dunia Pendidikan dalam Edukasi Anti Narkoba
KPKM RI Umumkan Profil Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Tahun V 2026 se-CABDISDIK Wilayah VI
Pastikan Siap Submit, LLDIKTI Wilayah I Bedah Karya Mahasiswa di Workshop Penyusunan Proposal PKM Tahun 2026
Workshop Tutor Inovator dan Media Ajar Digital Digelar di PKBM Bumi Literasi
komentar
beritaTerbaru