Selasa, 27 Oktober 2026
HUT KE 2 ASATUPRO.COM 2026
HUT TNI KE 81

Dosen Profesi Fisioterapi Undhira dan PPSI Bali Dorong Kemandirian Penyintas Stroke Lewat Rehabilitasi Komunitas

Redaksi - Sabtu, 08 November 2025 13:27 WIB
Dosen Profesi Fisioterapi Undhira dan PPSI Bali Dorong Kemandirian Penyintas Stroke Lewat Rehabilitasi Komunitas
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Dosen Program Profesi Fisioterapi Universitas Dhyana Pura (Undhira) berkolaborasi dengan Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) Bali.

Denpasar,asatupro.com-Upaya membangun kemandirian gerak bagi penyintas stroke di Bali mendapat suntikan semangat baru. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dosen Program Profesi Fisioterapi Universitas Dhyana Pura (Undhira) berkolaborasi dengan Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) Bali untuk mengembangkan model rehabilitasi berbasis komunitas yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Luh Putu Ayu Vitalistyawati, SST.Ft., M.Fis., Ftr., dosen sekaligus praktisi fisioterapi Undhira, bersama Ketua PPSI Bali Djatmiko. Program dengan tema "Optimalisasi Gerak Mandiri Penyintas Stroke melalui Rehabilitasi Komunitas" ini berlangsung selama tiga bulan, dari September hingga November 2025, di markas PPSI Bali, Jalan Mudutaki No. 6, Gatot Subroto Barat, Denpasar.

PKM ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan kelompok rentan. Program dirancang secara sistematis dan partisipatif dengan tiga fokus utama.

Sosialisasi mengenai gangguan neuromuskular dan dampaknya terhadap aktivitas penyintas stroke. Edukasi motorik tentang kekuatan otot, koordinasi, keseimbangan, dan mobilitas tubuh.

Baca Juga:

Pelatihan rehabilitasi komunitas berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice) sesuai kondisi individu peserta. Menurut Luh Putu Ayu Vitalistyawati, pendekatan komunitas menjadi kunci keberhasilan pemulihan penyintas stroke.

"Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan secara menyeluruh — bukan hanya fisik, tetapi juga sosial dan emosional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PPSI Bali Djatmiko mengapresiasi peran aktif Undhira dalam menguatkan kapasitas penyintas stroke.

Baca Juga:

"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak nyata bagi anggota kami. Pendekatannya ilmiah, aplikatif, dan penuh empati," ungkapnya.

Selain sesi latihan fisik, kegiatan ini juga membuka ruang interaksi sosial antarpenyintas untuk saling memberi dukungan moral dan motivasi.

Pendampingan dari dosen dan mahasiswa fisioterapi Undhira turut memperkuat proses edukasi sekaligus memperluas jangkauan layanan rehabilitasi bagi masyarakat.

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas dalam menciptakan sistem rehabilitasi yang inklusif, berbasis bukti, dan berkelanjutan.

Universitas Dhyana Pura sendiri berkomitmen untuk terus memperluas program serupa di berbagai wilayah Bali sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia akademik terhadap kesehatan masyarakat.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPKM RI: Polres Simalungun Diapresiasi, Kapolsek Gunung Malela dan Kanit Jatanras Dinilai Tunjukkan Komitmen Berantas Judi Sabung Ayam
Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Bobby Sihite Sampaikan Ucapan Selamat dan Sukses atas Amanah Baru AKBP Marganda Aritonang dan AKBP Sah Udur Sitinjak
Empon-Empon dan Fisioterapi, Universitas Dhyana Pura Perkuat Kesehatan Lansia di Rumah Lansia Bahagia Jembrana
Dukung Pertanian Organik, Universitas Udayana Dampingi Petani Subak Timbul Produksi Pupuk Mandiri
Ini Reaksi Petani Sawit Sergai Melihat BrondoClean Persembahan Tim PKM ITSI Medan
komentar
beritaTerbaru